Terbaik Menurut Allah

 

yolanda anjani

Dalam perjalanan yang telah kita lalui pasti aka nada fase naik-turun yang menguji kita. Ada fase dimana sesuatu yang kita inginkan dapat diraih dengan ikhtiar secukupnya,  ada fase mengejar sesuatu hingga ikhiar yang luar biasa, bahkan ada juga fase dimana sudah berikhitar dengan semaksimal mungkin namun Allah berkehendak yang lain. Ya, pasti setiap perjalanan aka nada ceritanya masing-masing.

Pernahkah kita merasa terpuruk atas kegagalan kita? Atau pernahkah kita terlampau bahagia dengan apa yang telah kita raih?

Bahagia, sedih, terharu merupakan ekspresi kita ketika menghadapi sesuatu. Tidak mungkin juga kehidupan kita akan penuh dengan rasa bahagia terus menerus dan tidak mungkin juga kehidupan kita akan sengsara dan menyedihkan terus. Setiap rasa pasti ada hikmahnya.

Tahu kah bahwa Allah yang membolak-balikkan hati kita?

Itu sebabnya, menerima ketetapan-Nya adalah kewajiban kita sebagai hamba. Menerima apa yang telah Allah kehendaki untuk kita, karena pasti Dia akan memberikan pilihan terbaik.

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Allah akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya, jadi yakinlah bahwa Allah sebaik-baiknya penulis scenario kehidupan manusia.

Allah berfirman, “Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (H.R. Tabrani dan Ibnu Hibban)

| Medan, 16 September 2024

#30DaysWritingChallenge #30DWCjilid47 #30dwc #day6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home