Terbaik Menurut Allah
Dalam perjalanan yang telah kita lalui pasti aka nada fase naik-turun yang menguji kita. Ada fase dimana sesuatu yang kita inginkan dapat diraih dengan ikhtiar secukupnya, ada fase mengejar sesuatu hingga ikhiar yang luar biasa, bahkan ada juga fase dimana sudah berikhitar dengan semaksimal mungkin namun Allah berkehendak yang lain. Ya, pasti setiap perjalanan aka nada ceritanya masing-masing.
Pernahkah
kita merasa terpuruk atas kegagalan kita? Atau pernahkah kita terlampau bahagia
dengan apa yang telah kita raih?
Bahagia,
sedih, terharu merupakan ekspresi kita ketika menghadapi sesuatu. Tidak mungkin
juga kehidupan kita akan penuh dengan rasa bahagia terus menerus dan tidak
mungkin juga kehidupan kita akan sengsara dan menyedihkan terus. Setiap rasa
pasti ada hikmahnya.
Tahu
kah bahwa Allah yang membolak-balikkan hati kita?
Itu
sebabnya, menerima ketetapan-Nya adalah kewajiban kita sebagai hamba. Menerima
apa yang telah Allah kehendaki untuk kita, karena pasti Dia akan memberikan
pilihan terbaik.
“Bisa
jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu
menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu
tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)
Allah
akan sesuai dengan prasangka hamba-Nya, jadi yakinlah bahwa Allah
sebaik-baiknya penulis scenario kehidupan manusia.
Allah
berfirman, “Aku selalu menuruti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia
berprasangka baik maka ia akan mendapatkan kebaikan. Adapun bila ia
berprasangka buruk kepada-Ku maka dia akan mendapatkan keburukan.” (H.R.
Tabrani dan Ibnu Hibban)
| Medan, 16 September 2024
#30DaysWritingChallenge #30DWCjilid47 #30dwc #day6
Komentar
Posting Komentar