Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Tahaadu Tahaabbu

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim "Kalau dikasih hadiah dari orang lain, tidak perlu merasa itu menjadi hutang budi. Tetaplah bersyukur atas pemberian orang lain, namun balas budi bukan karena mereka telah memberi kita sesuatu tetapi karena kita juga ingin berbagi serta menjaga silaturahmi dengan mereka," sebuah perkataan Kang Suami yang sampai saat ini masih sangat aku ingat. Aku termasuk yang suka mencatat pemberian orang lain, apalagi ketika kami menikah, juga saat aqiqahan anak, aku mencatat apa aja yang diberi oleh orang-orang baik aku kenal maupun tidak. Aku mencatat nama dan barang apa yang diberi, bahkan juga nama serta berapa jumlah uang yang disalamkan. Aku tidak tahu apakah ini hukumnya boleh atau tidak sebenarnya. Tetapi sehemat pengetahuanku, selama hal ini tidak menjadi pembandingan antara pemberian salah satu orang dengan yang lain, atau menjadi bentuk ketidaksyukuran atas pemberian orang lain, ini tidak lah apa-apa. Mengapa aku catat? agar kelak saat orang yang member...

Ikut Berpetualang Bersama Zaman Zulkarnaen dalam Buku Tentang Kamu karya Tere Liye

Pendahuluan Ada sesuatu yang berbeda dari buku Tentang Kamu karya Tere Liye. Sejak halaman pertama, aku merasa tidak hanya membaca sebuah kisah, tetapi ikut berpetualang ke dalamnya. Tere Liye menulis dengan cara yang sederhana namun dalam, membuat setiap bab terasa hidup dan penuh makna. Perjalanan Zaman Zulkarnaen Menemukan Sri Ningsih Tokoh utama dalam kisah ini adalah Zaman Zulkarnaen , seorang pengacara muda yang cerdas dan ambisius. Ia ditugaskan untuk menelusuri identitas seorang wanita tua bernama Sri Ningsih , yang meninggal dunia tanpa ahli waris, namun meninggalkan warisan besar. Tugas itu membawanya dari London menuju kampung kecil di Sumbawa, lalu ke berbagai kota di Eropa. Di setiap tempat, Zaman menemukan potongan hidup Sri Ningsih — tentang perjuangan, kehilangan, cinta, dan keikhlasan yang membuat kisah ini begitu menyentuh. Keinginan untuk Ikut Berpetualang Bersama Zaman Membaca buku ini membuatku ingin sekali ikut berpetualang bersama Zaman. Aku membayangkan du...

Home Sweet Home

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Setelah menikah, aku dan kang suami sempat tinggal mengontrak kurang lebih tiga bulan. Kontrakan yang kami tinggalin itu termasuk rumah yang bagus dan besar; terdapat 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 3 ruang tengah, dapur luas, ada garasi motor, bahkan ada juga tempat menjemur dibelakang rumah. Luas sekali kan? kalau dipikir-pikir, tinggal hanya berdua untuk apa rumah seluas itu? Kalau kata kang suami, jawabannya sih, "Biar istriku nyaman".  Tiga bulan setelahnya kami mendapatkan rumah dinas. Rumah dinas ini lebih dekat ke kantor suami, orang-orang di komplek juga semuanya adalah satu kantor dengan kang suami. Awalnya kami bingung antara pindah atau tidak, alasan pertama karena kami sudah membayar uang kontrakan full satu tahun. Kedua, rumah dinas yang diberikan juga masih harus banyak renovasi.  Biidznillah, akhirnya kami sepakat untuk pindah. Rumah dinas direnovasi, dan cukup lumayan besar biaya renovnya. Syukurnya juga rumah kontrakan sebelumnya b...