Tahaadu Tahaabbu
Bismillahirrahmanirrahim "Kalau dikasih hadiah dari orang lain, tidak perlu merasa itu menjadi hutang budi. Tetaplah bersyukur atas pemberian orang lain, namun balas budi bukan karena mereka telah memberi kita sesuatu tetapi karena kita juga ingin berbagi serta menjaga silaturahmi dengan mereka," sebuah perkataan Kang Suami yang sampai saat ini masih sangat aku ingat. Aku termasuk yang suka mencatat pemberian orang lain, apalagi ketika kami menikah, juga saat aqiqahan anak, aku mencatat apa aja yang diberi oleh orang-orang baik aku kenal maupun tidak. Aku mencatat nama dan barang apa yang diberi, bahkan juga nama serta berapa jumlah uang yang disalamkan. Aku tidak tahu apakah ini hukumnya boleh atau tidak sebenarnya. Tetapi sehemat pengetahuanku, selama hal ini tidak menjadi pembandingan antara pemberian salah satu orang dengan yang lain, atau menjadi bentuk ketidaksyukuran atas pemberian orang lain, ini tidak lah apa-apa. Mengapa aku catat? agar kelak saat orang yang member...