Bukan Tentang Usia
Bismillahirrahmanirrahim
Dimulai dengan pernyataan bahwa aku menikah di umur 23 tahun.
Siapa sangka aku yang menyusun target menikah di umur 24-25 ternyata Allah hadirkan pasangan hidup di umur 23 tahun.
"Masih terlalu muda untuk menikah", begitu awal isi kepalaku ketika doi bilang mau datang ke rumah.
Setelah meyakinkan diri dan do'a minta petunjuk sama Allah, proses pun berlanjut hingga menuju pernikahan.
Rasa khawatir dengan keluarga dan saudara-saudara juga muncul dibenakku. "Apakah nanti akan dibanding-bandingkan dengan keluarga lain karena 23 tahun akan menikah?" , "Apakah menikah akan membuatku terlihat lebih tua?" dan keraguan aneh lainnya mengusik pikiran.
Setelah konsultasi dengan kakak2 teman mengaji yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga lebih dahulu, bertanya dengan guru-guru, serta ikut tanya-jawab langsung di beberapa kelas pranikah, akhirnya aku berdamai dan mantap untuk melangkah.
MasyaAllah, dari pihak saudara lainnya pun ternyata tidak ada yang beranggapan seperti apa yang aku pikirkan. Teman-teman terdekatku pun begitu. Mereka mendukung dan support. Bahkan nasihat-nasihat pernikahan pun disampaikan oleh mereka karena bentuk rasa peduli. Hadza min fadhli rabbi.
Biidzinillah. Kapal kami pun berlayar, yang tadinya hanya berjuang masing-masing, Allah satukan kami untuk berjuang bersama.
Lalu Allah karuniakan kami seorang putera saat usiaku genap di 24 tahun, Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat.
Pernikahan bukan lah tentang usia. Aku yakin pasti ada yang mengarungi indahnya pernikahan diusia yang lebih muda dariku. Atau mungkin ada yang mengarunginya diatas umurku. Bahkan mungkin ada yang masih berjuang menyiapkan dirinya untuk menjadi lebih baik hingga jodoh datang menjemput.
Menikah bukan tentang angka, berlomba dengan pencapaian, atau perbandingan diri seseorang dengan yang lain. Tapi menikah merupakan fitrah manusia, ibadah terpanjang, penyempurnaan separuh agama, sunnah Rasulullah. Bahkan Allah mengatakan bahwa pernikahan merupakan mitsaqan ghalidza yakni perjanjian yang kuat dan agung tidak hanya antara laki-laki dan perempuan maupun keluarganya, tapi juga dengan Allah SWT.
Tulisan ini sebagai pengingat bagiku bahwa setiap perjalanan kita akan ada Allah yang membersamai. Dan juga ingin sharing untuk teman-teman yang mungkin ragu menikah karena "usia" atau memiliki pemikiran 'Marriage is Scary' karena pengaruh sosial media saat ini. Yakinlah, usia itu hanyalah angka. Pernikahan bukan dibentuk dengan umur, tapi persiapan dan keyakinan kita. Dan pastinya juga, setelah ada calonnya ya.
Barakallahu fiik.
![]() |
| Perempuan batak pake siger sunda hehe |
| Sore hari menunggu suami pulang kantor: Medan, 3 September 2024

Komentar
Posting Komentar