Kapan Nikah?

 

yolanda anjani

Kapan nikah? Pertanyaan yang sering tersampaikan pihak keluarga kepada seseorang yang sudah layak untuk menikah, bisa jadi segi umur, sudah mapan, atau keperibadian yang dia miliki.

Tapi untukku, pertanyaan ini tidak berlaku dikalangan keluarga. Keluarga besarku termasuk pada lingkungan yang mendukung karir dulu, harus mapan, maka dari segi itu akan dikatakan siap menikah. Tidak seutuhnya begitu juga sih, kalau perempuan diatas 25 tahun juga sudah dipertanyakan sebenarnya. Namun kurang lebih, standar untuk menikah di keluarga kami adalah sudah bekerja dan lulus kuliah.

Di usiaku yang ke 23 tahun, alhamdulillah aku sudah menikah. Awalnya aku enggan mengabari saudara lainnya ketika hendak menyebar undangan. Takut dikatakan, “Terlalu muda untuk menikah”, “Masih bisa mengejar karir seharusnya”, “Daftar PNS atau BUMN dulu” dan lain sebagainya.

Dengan keyakinan yang kuat, serta juga memang sebuah keharusan untuk memberitahu kabar bahagia ini ke saudara-saudara lain, maka orang tua pun menyampaikannya ke pihak keluarga.

Sungguh tidak terduga, kekhawatiranku semua sirna. Tidak ada kalimat-kalimat yang menari dikepalaku itu terbilang oleh saudara-saudara. Mereka semua memberikan do’a dan selamat. Bahkan beberapa sepupu yang umurnya lebih diatasku, yang sudah menikah, mereka menyampaikan beberapa pesan pernikahan untuk menyemangatiku. Ada juga yang memberikan nasihat-nasihat bagaimana menjadi istri nantinya.

Allah Maha Baik. Dari sini aku belajar, ketika kita berniat untuk melakukan kebaikan, insyaAllah orang sekitar juga akan mendukung. Jangan overthinking duluan sebelum melakukan. Lakukanlah terlebih dahulu, selagi apa yang dilakukan bukan lah kemaksiatan atau apa pun yang Allah larang.

Biidznillah, tepat umur 24 tahun, aku dan suami dikaruniai seorang putera yang masyaAllah lucu sekali. Semoga anak kami menjadi anak yang shalih, faqih fiddin, yang insyaAllah menjadi mujahid islam. Mohon do’anya ya teman-teman pembaca.


#30DWCjilid47 #30dwc #day18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home