Menjadi Muslimah Terbaik [3]
Melanjutkan apa saja ciri-ciri perempuan terbaik yang disampaikan oleh Al Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA., hafizhahullah, sebagai berikut
Keenam, yakni menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya. Kita diperintahkan untuk menjaga
pandangan dan kemaluan dengan tidak memandang aurat dan memandang laki-laki
dengan syahwat. Marilah menjadi perempuan yang menjaga dengan menjauhi zina,
menyentuh lawan jenis, serta memandang hal-hal yang telah Allah haramkan.
"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' " (QS. An-Nur [24] : 30
Ketujuh, menjaga aurat dan mengenakan pakaian sesuai syariat. Islam mewajibkan menutup aurat sebagai bentuk kasih sayangnya Allah kepada kita. Perempuan yang tidak menutup aurat akan berdosa dan dosanya akan mengalir kepada ayahnya. Mengapa? Sebab seorang Ayah memiliki kewajiban untuk menuntut anak-anaknya dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah
SAW bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan
dimintai pertanggungjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang
pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas
kepemimpinannya.” (HR. Bukhari, Nomor 2278)
Dosa
perempuan yang tidak menutup aurat juga akan mengalir kepada suaminya kelak.
Karena setelah menikah nanti dirinya akan ditanggung oleh suaminya. Suaminya
akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas setiap pebuatan yang dilakukan
istrinya.
"Dan
perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam
mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki
kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa."
(QS. Thaha: 132)
Yuk
menutup aurat, sebagai bentuk kasih sayang kita kepada ayah dan suami kita
kelak. Serta pastinya bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.
Kedelapan,
tidak bertabarruj. Larangan untuk bertabarruj karena ini merupakan perbuatan
orang-orang jahiliyyah. Dimana mereka memperlihatkan perhiasannya dan juga
keindahan tubuhnya.
“Dan
hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias (Tabarruj) dan
bertigkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah sholat,
tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah
bermaksud hendak menghilangkan dosa kamu Hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu
sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzab: 33)
Bagaimana
sebenarnya yang dianggap bertabbaruj ini? Berhias secara berlebihan, sehingga
menjadi pusat perhatian orang-orang ketika melihat penampilannya. Apalagi
sekarang banyak cosmetic diluar sana yang digaungi perempuan-perempuan untuk
tampil menarik. Namun ingatlah, jangan sampai ingin tampil menarik jadi
mengarahkan kita pada ketidakridho-an Allah.
Belum
lagi trend menggunakan kerudung yang terlihat lehernya, terlihat
rambutnya, adapula kerudung yang diperlihatkan telinganya. Ada juga penggunaan
ikatan di bagian kepalanya hingga berkerudung seperti punuk unta. Banyak sekali
jenis kerudung masa kini yang harus kita pilah-pilih, tidak semuanya kerudung
yang sedang trend itu sesuai dengan syariat Allah.
Kesembilan,
tidak menggunakan wewangian. Sebelum kita jabarkan perihal ini, jangan
buru-buru langsung berpikir, “nanti kalau bau badan gimana? Jorok dong!”. Mari
kita belajar bareng-bareng ya.
Boleh gak sih kita menggunakan parfum atau wewangian? Pada hadis dibawah ini dijelaskan bahwa, "Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina” (HR. Abu Daud)
Berdasarkan
hadis tersebut kita tidak diperbolehkan untuk menggunakan wewangian yang
wanginya itu berlebihan, hingga membuat laki-laki tertarik bahkan tergoda
akibat dari wewangian tersebut.
Namun, terdapat pendapat juga bahwa diperbolehkan seorang perempuan untuk menggunakan parfum keluar rumah dengan
tujuan sekadar menghilangkan bau pada tubuhnya, selama tidak sampai menimbulkan
wangi yang berlebihan.
Jadi,
untuk muslimah jangan sampai karena hadis diatas kita pergi kekajian,
mengikuti kegiatan, dan beraktivitas dengan keadaan bau badan ya. Apalagi
sampai menganggu penciuman orang-orang sekitar. Dampaknya kita menjadi orang
yang abai dan tidak peduli. Sesungguhnya islam itu kompleks banget, Rasulullah
SAW tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang tidak bersih
apalagi tidak menjaga penampilan sebagai seorang muslimah.
Pada
sebuah kisah , ada sekelompok orang datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam untuk berbai’at. Namun di antara mereka ada seorang lelaki yang di
tangannya ada bercak warna minyak wangi. Maka Nabi pun tidak segera
membai’atnya dan mengakhirkannya. Beliau bersabda: "Parfum lelaki itu yang
tercium wanginya namun tidak nampak warnanya. Sedangkan parfum wanita itu yang
nampak warnanya namun tidak tercium wanginya" (HR. Al Bazzar)
Perlu
di reminder, parfum wanita itu yang memiliki warna, namun tidak tercium
wanginya. Bukan parfum yang memiliki wangi berlebihan hingga dapat menarik
perhatian.
Kesepuluh,
tidak mencabut bulu wajah dan alis. Sebagaimana dikatakan oleh imam An-Nawawi
bahwa mencukur alis hukumnya haram, kecuali bagi wanita yang ditumbuhi
bulu-bulu cabang maupun kumis, hingga dia tidak haram menghilangkannya.
Sebabnya pengharaman dalam hadis adalah jika tujuannya untuk mempercantik
dirinya, bukan karena penyakit. Sehingga yang tidak memiliki udzur syar’i maka
hukumnya haram.
Maraknya
mengubah ciptaan Allah dengan tujuan mempercantik diri, sesungguhnya Allah
telah menciptakan kita dengan begitu sempurna. Allah tidak pernah gagal dengan
apa yang Dia ciptakan. Kini, operasi plastik pun sudah dianggap biasa dan
wajar. “Wajar dia operasi plastik, kan dia itu seorang idol!”, “dia banyak
duit, makanya oplas.” Naudzubillah. Sangat jauh dari kata bersyukur.
Semoga
Allah senantiasa melindungi diri kita dan menjauhi kita dari perbuatan yang
dilaknat oleh-Nya.
Kesebelas,
mengedepankan akhlak terhadap suaminya. Seorang muslimah haruslah taat pada
suaminya, menjaga kehormatannya ketika suami sedang tidak di rumah, tidak
berkhianat dalam menjaga harta suami, bersikap qana’ah, tidak keluar rumah
tanpa izin suami, serta kebaikan-kebaikan lainnya yang harus diutamakan oleh
seorang muslimah dihadapan suami.
Terdapat
sebuah kisah yang menceritakan bagaimana taatnya seorang muslimah pada masa
Rasulullah yang ditinggal oleh suaminya di rumah. Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu
berkata, ada seorang laki-laki yang melakukan safar dan melarang istrinya untuk
keluar dari rumah. Lalu sang istri meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk
menjenguk ayahnya yang sedang sakit. Rasulullah pun berkata, “Takutlah engkau
kepada Allah dan jangan menyelisihi suamimu.” Kemudian Ayah perempuan itu pun
meninggal. Dia pun meminta izin kembali kepada Rasulullah SAW untuk melihat
jenazah ayahnya. Namun Rasulullah pun mengatakan hal yang tetap sama, “Takutlah
kepada Allah dan janganlah engkau selisihi suamimu.”
Wallahul
Musta’an.
#30DaysWritingChallenge #30dwcjilid47
Komentar
Posting Komentar