Menjadi Muslimah Terbaik [3]


yolanda anjani-muslimah
[Source : Pinterest ]

Melanjutkan apa saja ciri-ciri perempuan terbaik yang disampaikan oleh Al Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA., hafizhahullah, sebagai berikut

Keenam, yakni menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya. Kita diperintahkan untuk menjaga pandangan dan kemaluan dengan tidak memandang aurat dan memandang laki-laki dengan syahwat. Marilah menjadi perempuan yang menjaga dengan menjauhi zina, menyentuh lawan jenis, serta memandang hal-hal yang telah Allah haramkan.

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' " (QS. An-Nur [24] : 30

Ketujuh, menjaga aurat dan mengenakan pakaian sesuai syariat. Islam mewajibkan menutup aurat sebagai bentuk kasih sayangnya Allah kepada kita. Perempuan yang tidak menutup aurat akan berdosa dan dosanya akan mengalir kepada ayahnya. Mengapa? Sebab seorang Ayah memiliki kewajiban untuk menuntut anak-anaknya dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari, Nomor 2278)

Dosa perempuan yang tidak menutup aurat juga akan mengalir kepada suaminya kelak. Karena setelah menikah nanti dirinya akan ditanggung oleh suaminya. Suaminya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas setiap pebuatan yang dilakukan istrinya.

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa." (QS. Thaha: 132)

Yuk menutup aurat, sebagai bentuk kasih sayang kita kepada ayah dan suami kita kelak. Serta pastinya bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.

Kedelapan, tidak bertabarruj. Larangan untuk bertabarruj karena ini merupakan perbuatan orang-orang jahiliyyah. Dimana mereka memperlihatkan perhiasannya dan juga keindahan tubuhnya.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias (Tabarruj) dan bertigkah laku seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kamu Hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS al-Ahzab: 33)

Bagaimana sebenarnya yang dianggap bertabbaruj ini? Berhias secara berlebihan, sehingga menjadi pusat perhatian orang-orang ketika melihat penampilannya. Apalagi sekarang banyak cosmetic diluar sana yang digaungi perempuan-perempuan untuk tampil menarik. Namun ingatlah, jangan sampai ingin tampil menarik jadi mengarahkan kita pada ketidakridho-an Allah.

Belum lagi trend menggunakan kerudung yang terlihat lehernya, terlihat rambutnya, adapula kerudung yang diperlihatkan telinganya. Ada juga penggunaan ikatan di bagian kepalanya hingga berkerudung seperti punuk unta. Banyak sekali jenis kerudung masa kini yang harus kita pilah-pilih, tidak semuanya kerudung yang sedang trend itu sesuai dengan syariat Allah.

Kesembilan, tidak menggunakan wewangian. Sebelum kita jabarkan perihal ini, jangan buru-buru langsung berpikir, “nanti kalau bau badan gimana? Jorok dong!”. Mari kita belajar bareng-bareng ya.

Boleh gak sih kita menggunakan parfum atau wewangian? Pada hadis dibawah ini dijelaskan bahwa, "Wanita mana saja yang memakai wewangian lalu ia keluar dan melewati para lelaki sehingga tercium sebagian dari wanginya tersebut, maka ia adalah seorang pezina. Dan setiap mata yang melihatnya juga pezina” (HR. Abu Daud)

Berdasarkan hadis tersebut kita tidak diperbolehkan untuk menggunakan wewangian yang wanginya itu berlebihan, hingga membuat laki-laki tertarik bahkan tergoda akibat dari wewangian tersebut.

Namun, terdapat pendapat juga bahwa diperbolehkan seorang perempuan untuk menggunakan parfum keluar rumah dengan tujuan sekadar menghilangkan bau pada tubuhnya, selama tidak sampai menimbulkan wangi yang berlebihan.

Jadi, untuk muslimah jangan sampai karena hadis diatas kita pergi kekajian, mengikuti kegiatan, dan beraktivitas dengan keadaan bau badan ya. Apalagi sampai menganggu penciuman orang-orang sekitar. Dampaknya kita menjadi orang yang abai dan tidak peduli. Sesungguhnya islam itu kompleks banget, Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang tidak bersih apalagi tidak menjaga penampilan sebagai seorang muslimah.

Pada sebuah kisah , ada sekelompok orang datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berbai’at. Namun di antara mereka ada seorang lelaki yang di tangannya ada bercak warna minyak wangi. Maka Nabi pun tidak segera membai’atnya dan mengakhirkannya. Beliau bersabda: "Parfum lelaki itu yang tercium wanginya namun tidak nampak warnanya. Sedangkan parfum wanita itu yang nampak warnanya namun tidak tercium wanginya" (HR. Al Bazzar)

Perlu di reminder, parfum wanita itu yang memiliki warna, namun tidak tercium wanginya. Bukan parfum yang memiliki wangi berlebihan hingga dapat menarik perhatian.

Kesepuluh, tidak mencabut bulu wajah dan alis. Sebagaimana dikatakan oleh imam An-Nawawi bahwa mencukur alis hukumnya haram, kecuali bagi wanita yang ditumbuhi bulu-bulu cabang maupun kumis, hingga dia tidak haram menghilangkannya. Sebabnya pengharaman dalam hadis adalah jika tujuannya untuk mempercantik dirinya, bukan karena penyakit. Sehingga yang tidak memiliki udzur syar’i maka hukumnya haram.

Maraknya mengubah ciptaan Allah dengan tujuan mempercantik diri, sesungguhnya Allah telah menciptakan kita dengan begitu sempurna. Allah tidak pernah gagal dengan apa yang Dia ciptakan. Kini, operasi plastik pun sudah dianggap biasa dan wajar. “Wajar dia operasi plastik, kan dia itu seorang idol!”, “dia banyak duit, makanya oplas.” Naudzubillah. Sangat jauh dari kata bersyukur.

Semoga Allah senantiasa melindungi diri kita dan menjauhi kita dari perbuatan yang dilaknat oleh-Nya.

Kesebelas, mengedepankan akhlak terhadap suaminya. Seorang muslimah haruslah taat pada suaminya, menjaga kehormatannya ketika suami sedang tidak di rumah, tidak berkhianat dalam menjaga harta suami, bersikap qana’ah, tidak keluar rumah tanpa izin suami, serta kebaikan-kebaikan lainnya yang harus diutamakan oleh seorang muslimah dihadapan suami.

Terdapat sebuah kisah yang menceritakan bagaimana taatnya seorang muslimah pada masa Rasulullah yang ditinggal oleh suaminya di rumah. Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu berkata, ada seorang laki-laki yang melakukan safar dan melarang istrinya untuk keluar dari rumah. Lalu sang istri meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk menjenguk ayahnya yang sedang sakit. Rasulullah pun berkata, “Takutlah engkau kepada Allah dan jangan menyelisihi suamimu.” Kemudian Ayah perempuan itu pun meninggal. Dia pun meminta izin kembali kepada Rasulullah SAW untuk melihat jenazah ayahnya. Namun Rasulullah pun mengatakan hal yang tetap sama, “Takutlah kepada Allah dan janganlah engkau selisihi suamimu.”

Wallahul Musta’an.


#30DaysWritingChallenge #30dwcjilid47

Komentar