Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Sign to Start

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim   Tahun ini aku belajar satu hal penting bahwa hidup tidak selalu tentang berlari cepat, namun juga tentang bertahan dengan niat yang lurus. Menjadi ibu anak satu, dengan ritme hari yang penuh jeda dan kejutan, aku mendapati diriku sering berbicara pada langit; melalui istighfar saat lelah, dan hamdalah saat mampu. Di antara rumah yang kembali berantakan, tubuh yang diusahakan tetap sehat, mengusahakan yang terbaik untuk keluarga kecil kami, hingga suara kecil yang mulai memanggil “Umma”, aku menyadari bahwa fase ini bukan lah tentang kesempurnaan. Ini tentang hadir, berdaya, dan menerima bahwa setiap proses adalah izin Allah yang sedang bekerja. Tujuh kalimat ini menjadi sebuah catatan kecilku di tahun ini , mengenai iman, keluarga, waktu, dan pertumbuhan yang pelan tapi nyata. 1. "Tetaplah berdaya dengan niat lillahi ta'ala" ➡️ 2025 ini fase dimana seorang ibu anak satu ini merasakan tetap produktif dari rumah dan diluar rumah dengan peran barun...

Tahaadu Tahaabbu

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim "Kalau dikasih hadiah dari orang lain, tidak perlu merasa itu menjadi hutang budi. Tetaplah bersyukur atas pemberian orang lain, namun balas budi bukan karena mereka telah memberi kita sesuatu tetapi karena kita juga ingin berbagi serta menjaga silaturahmi dengan mereka," sebuah perkataan Kang Suami yang sampai saat ini masih sangat aku ingat. Aku termasuk yang suka mencatat pemberian orang lain, apalagi ketika kami menikah, juga saat aqiqahan anak, aku mencatat apa aja yang diberi oleh orang-orang baik aku kenal maupun tidak. Aku mencatat nama dan barang apa yang diberi, bahkan juga nama serta berapa jumlah uang yang disalamkan. Aku tidak tahu apakah ini hukumnya boleh atau tidak sebenarnya. Tetapi sehemat pengetahuanku, selama hal ini tidak menjadi pembandingan antara pemberian salah satu orang dengan yang lain, atau menjadi bentuk ketidaksyukuran atas pemberian orang lain, ini tidak lah apa-apa. Mengapa aku catat? agar kelak saat orang yang member...

Ikut Berpetualang Bersama Zaman Zulkarnaen dalam Buku Tentang Kamu karya Tere Liye

Pendahuluan Ada sesuatu yang berbeda dari buku Tentang Kamu karya Tere Liye. Sejak halaman pertama, aku merasa tidak hanya membaca sebuah kisah, tetapi ikut berpetualang ke dalamnya. Tere Liye menulis dengan cara yang sederhana namun dalam, membuat setiap bab terasa hidup dan penuh makna. Perjalanan Zaman Zulkarnaen Menemukan Sri Ningsih Tokoh utama dalam kisah ini adalah Zaman Zulkarnaen , seorang pengacara muda yang cerdas dan ambisius. Ia ditugaskan untuk menelusuri identitas seorang wanita tua bernama Sri Ningsih , yang meninggal dunia tanpa ahli waris, namun meninggalkan warisan besar. Tugas itu membawanya dari London menuju kampung kecil di Sumbawa, lalu ke berbagai kota di Eropa. Di setiap tempat, Zaman menemukan potongan hidup Sri Ningsih — tentang perjuangan, kehilangan, cinta, dan keikhlasan yang membuat kisah ini begitu menyentuh. Keinginan untuk Ikut Berpetualang Bersama Zaman Membaca buku ini membuatku ingin sekali ikut berpetualang bersama Zaman. Aku membayangkan du...

Home Sweet Home

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Setelah menikah, aku dan kang suami sempat tinggal mengontrak kurang lebih tiga bulan. Kontrakan yang kami tinggalin itu termasuk rumah yang bagus dan besar; terdapat 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, dan 3 ruang tengah, dapur luas, ada garasi motor, bahkan ada juga tempat menjemur dibelakang rumah. Luas sekali kan? kalau dipikir-pikir, tinggal hanya berdua untuk apa rumah seluas itu? Kalau kata kang suami, jawabannya sih, "Biar istriku nyaman".  Tiga bulan setelahnya kami mendapatkan rumah dinas. Rumah dinas ini lebih dekat ke kantor suami, orang-orang di komplek juga semuanya adalah satu kantor dengan kang suami. Awalnya kami bingung antara pindah atau tidak, alasan pertama karena kami sudah membayar uang kontrakan full satu tahun. Kedua, rumah dinas yang diberikan juga masih harus banyak renovasi.  Biidznillah, akhirnya kami sepakat untuk pindah. Rumah dinas direnovasi, dan cukup lumayan besar biaya renovnya. Syukurnya juga rumah kontrakan sebelumnya b...

Kesabarannya Begitu Luas

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Halo blog! Rasanya sudah lama tidak bercerita panjang disini. Alhamdulillah anak pertama kami sudah berusia 14 bulan tepat di tanggal 17 kemarin, biidznillah. Menjadi ibu membuatku belajar lagi untuk mengenal diri, lebih memahami kembali kepribadian, emosi, bahkan mengingat masa laluku yang mungkin sama sekali tidak pernah terpikir olehku sebelumnya. Menjadi perfeksionis ternyata tidak sebagus itu ketika kita menjalankan peran sebagai orang tua. Ada masa dimana kita harus menerima keadaan yang mungkin tidak sesuai ekspektasi dan keinginan. Salah satunya adalah kerapian rumah. Mungkin karena kebiasaan keluarga yang mewajibkan rumah rapi, selalu beberes, kalau ga rapi akan dibilang pemalas, menjadikannku lelah sendiri ketika Aqsha bermain dan membuat rumah jauh dari kata 'rapi'. Padahal, Kang Suami selalu mengatakan bahwa aku tidak perlu repot-repot untuk selalu membersihkan rumah, merapikan barang-barang yang diberantakin anak, tidak perlu repot bolak-ba...

Rahasia Waktu Kecil

Saat Abah sudah bisa naik motor, hampir setiap sore beliau mengajakku jalan-jalan. Kadang kami pergi ke lapangan olahraga, ke pasar, atau sekadar berkeliling di sekitar rumah. Suatu sore, Abah membawaku ke daerah belakang rumah warga, kawasan kebun-kebun yang sepi. Aku menyebut momen itu sebagai turbo, karena Abah biasanya ngebut di jalanan tersebut. Rasanya seru sekali! Namun, pada suatu ketika, aku terjatuh. Badanku terseret dari atas motor, sementara tanganku masih berusaha menggenggam motor yang melaju. Abah pun belum sadar, masih saja menggas motornya. Kakiku cukup banyak terluka, terkena duri-duri di pinggir jalan kebun. Alhamdulillah, lukanya cepat pulih dan tidak meninggalkan bekas. Setelah kejadian itu, aku dan Abah sepakat untuk tidak menceritakannya kepada Mama dan Ayah. Tapi seiring berjalannya waktu, saat kami sudah dewasa, kisah ini akhirnya menjadi bahan obrolan keluarga yang penuh tawa. Ah, sungguh kenangan masa kecil yang luar biasa~ #tautannarablog #day28

Vibes Bocil 2000-an

Gambar
  Hari minggu pagi sampai siang biasanya menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu untuk menonton televisi.  Karena banyak stasius televisi yang menayangkan kartun, anime, atau film-film karakter yang cocok untuk anak-anak pada umumnya.  Selain di hari libur, di weekdays biasanya juga tetap ada siaran yang cocok ditonton untuk anak-anak. Aku masih ingat sekali siaran televisi dulu; ada Doraemon, Naruto, One Piece, SpongeBob SquarePants, Dragon Ball, The Powerpuff Girls, Avatar: The Last Airbender, InuYasha, Detective Conan, dan masih banyak lagi.  Coba deh kalau sekarang, siaran televisi isinya sudah tidak mendidik, selain tidak mendidik juga banyak yang tidak baik ditonton oleh anak dibawah umur. Udah jarang banget ada kartun atau anime.  Angkat tangannya dong anak 2000-an 🖐️👋 #tautannarablog #day24

Hillpark: Liburan 2012

Gambar
pic from pinterest Tahun 2012, aku masih duduk di kelas 6 SD. Itu pertama kalinya aku mencoba wahana bianglala yang besar sekali. Kalau biasanya aku hanya naik bianglala di pasar malam, kali ini berbeda—bianglala raksasa di sebuah tempat wisata bernama Hillpark . Setelah ujian nasional, sekolah kami mengadakan liburan bersama ke Brastagi dan Hillpark. Aku masih ingat jelas, awalnya ada dua pilihan: mau ke Hillpark atau Mickey Holiday . Setelah musyawarah dan voting seluruh murid kelas 6, suara terbanyak jatuh pada Hillpark . Wahana di sana benar-benar seru, jauh berbeda dengan yang biasa kulihat di pasar malam. Wahana pertama yang aku coba bersama teman-teman adalah kora-kora . Begitu naik, semua orang berteriak, merasakan adrenalin bercampur tawa. Lalu, kami mencoba bianglala yang tinggi sekali. Dari atas, pemandangannya menakjubkan—pegunungan, rumah-rumah warga, dan langit biru yang luas. Saat itu aku punya lima teman dekat. Kami menyebut diri kami Super Six Girls (SSG) . Alay sekal...

Melati dan Abang Kelas

Tema nulis hari ini adalah tentang romansa masa kecil. Honestly bingung mau nulis apa sih tentang romansa masa kecil gini. Masa kecil pasti masa dimana masih sibuk main, sibuk ngejahilin temen, kalau pun ada yang saling suka mungkin itu yang dimaksud dengan cinta monyet.  Aku jadi inget saat kelas 4 SD, aku punya teman yang terbilang cantik di kelasku, ya tapi dia cukup centil juga. Kami satu organisasi sekolah, yaitu ikut marching band. Nah, di organisasi marching band itu, ada abang kelas yang naksir sama teman aku ini, sebut saja namanya Melati.  Btw, aku cukup kenal dengan si abang kelas tersebut. Karena dia satu sekolah madrasah denganku (sekolah ngaji siang — membahas fikih, nahwu, dll).  Karena kondisinya aku teman si Melati dan si abang kelas kenal denganku, jadi aku sering banget menjadi perantara untuk menyampaikan surat antar mereka. Hampir setiap hari bahkan.  Lucunya, terkadang si abang kelas ngasih aku cemilan; cokelat, wafer, dan lainnya sebagai bentuk...

Jajanan Seribuan

"1 es cekek dan 1 pisang goreng" Dulu waktu masih kelas 1 SD ,uang jajanku di sekolah termasuk tidak banyak. Aku ingat banget uang jajanku hanya Rp1000. Terkadang aku masih sempat menyisihkan 500 rupiahnya dengan rela hanya jajan 1 es teh dan 1 pisang goreng. Harga es teh masih 250 rupiah saat itu, harga gorengan juga masih 250 rupiah. Nah, seingatku itu tahun 2005-2006.  Semakin naik kelas, uang jajan juga bertambah. Tapi tidak banyak, paling ditambah Mama 500 rupiah saja. Ya tentunya tetap senang sih karena uang jajan bertambah, jadi bisa upgrade jajanan. Haha.   Kalau yang ngasih uang jajan Ayah, pasti rasanya beda. Karena biasanya Ayah akan ngasih uang jajan lebih banyak dibanding Mama. Dulu pernah aku lupa minta uang saku ke mama, alhasil Ayah memberi uang jajan untukku ketika mengantar di depan gerbang sekolah. Senang bukan main, karena Ayah ngasih uang 5000 rupiah. Mendadak punya banyak uang untuk bisa jajan ini dan itu.  Tapi kalau sekarang, uang 500 rupiah k...

17 Agustusan

Hari ini adalah hari lahirnya Indonesia yang ke - 80 tahun.  Umur bertambah, itu tandanya juga waktu sudah banyak berlalu.  Masa-masa ketika Indonesia belum menginjak pada usia 80 tahun. Umurku saja belum bisa mengimbanginya, sangat jauh. Setengah umur Indonesia pun tidak ada.  Setiap tanggal 17 Agustus, pasti rakyat Indonesia akan beramai-ramai memeriahkan hari kemerdekaan ini. Entah itu dengan perlombaan, kegiatan antar warga, gotong-royong, dan aktivitas lainnya yang menggugah semangat masyarakat dan mengumpulkan masyarakat saling bersilaturahmi. Waktu SD dulu, aku termasuk anak yang sering ikut perlombaan 17-an di sekolah, kalau tidak lingkungan rumah tidak sih. Karena biasanya di lingkungan rumah malah lebih sering perlombaan untuk ibu-ibu dan bapak-bapak saja.  Di sekolah, aku pernah ikut tarik tambang, berpidato, masukkan jarum ke dalam benang, bahkan pernah juga memindahkan belut ke botol, dan lainnya. Asik dan seru, apalagi di sekolah jadinya ditiadakan wakt...

Lagu Tidak Berkaki dan Bertangan

"Ada sebuah benda… hanya mengangguk saja… tidak berkaki, tidak bertangan, tetapi dapat berjalan… kikuk… kikuk…" Begitu potongan lirik itu terdengar, ingatanku langsung melompat jauh ke masa kecil. Lagu itu bukan sekadar irama dan kata—ia adalah pintu yang membawaku pulang ke ruang tamu rumah kami, di mana adikku, haikal namanya, ia duduk manis di depan tv yang sedang memutar video dengan lagu anak-anak kesukaannya. Matanya tampak berbinar senang, tubuhnya ikut bergoyang pelan mengikuti nada. Waktu itu, lagu anak-anak masih menjadi teman bermain yang setia. Ada banyak lagu yang kami dengar, tapi entah mengapa lagu "kikuk kikuk" ini selalu menempel paling kuat di ingatan. Mungkin karena nadanya ringan dan lucu, atau mungkin karena kami selalu menirukan gerakan "mengangguk" saat lagu itu diputar. Ah lucunya. Sembari juga saling menebak apa yang dimaksud dari lagu tersebut. Adikku akan memutarnya berulang-ulang, sampai Mama tersenyum sambil berkata,"La...

Warisan Paling Indah

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Hari ini, saat aku berada di taman dengan Kang Suami dan Aqsha, hatiku terasa hangat sekali. Tiba-tiba, kenangan masa kecil menyeruak—aku ingat betul bagaimana Ayah dan Ibu sering membawa kami pergi jalan-jalan, bahkan untuk hal-hal kecil seperti keliling kota menaiki sepeda motor di sore hari, pergi ke taman kota, mengunjungi toko buku, bahkan menemani kami berenang. Momen-momen itu sederhana, tapi sangat berkesan. Aku tumbuh dalam keluarga yang suka menjelajah, yang percaya bahwa kebersamaan itu akan menjadi sebuah makna yang tidak terlupa. Dan mungkin, dari situlah aku mulai jatuh cinta pada "jalan-jalan" bersama orang tersayang. Sekarang, aku pun mengusahakan begitu pada Aqsha dan Kang Suami. Aku suka membawanya keluar rumah, memperkenalkannya pada dunia, membuka jendela pengalamannya sejak dini. Entah itu main di taman, atau sekadar jalan kaki sore keliling lingkungan. Aku ingin dia merasakan hangatnya kebersamaan, serunya petualangan kecil, ...

39,8℃

Bismillahirrahmanirrahim Qadarullah sejak dua hari lalu Aqsha demam dengan suhu yang cukup tinggi, 39,8 derajat celcius. Qadarulllah wa maa sya'a fa'al , semuanya atas takdir dan kehendak-Nya. Hari rabu pagi, alhamdulillah Aqsha masih sehat, masih sangat aktif, jalan kesana-kemari, tertawa, dan aktivitas lainnya. Memang sejak bulan Mei kemarin kami cukup sering berpergian, mulai dari Bandung, keliling Jawa Barat, sepulangnya kami pulang ke kampungku juga, Perdagangan, lalu ke Kisaran, bolak-balik menemani ibuku (nenek Aqsha) untuk rawat jalan juga ke Rumah Sakit.  Mungkin Aqsha lelah, lelah dengan aktivitas yang belum ada jeda untuk dia benar-benar istirahat di rumah. Atau juga kalau kata orang tua dulu, "Itu tandanya mau pinter makanya sakit. Mungkin Aqsha mau pinter ngomong, mau makin lancar jalannya," Wallahu'alam, semoga ungkapan itu termasuk doa-doa baik untuk Aqsha, anak kami tercinta. Sepulang dari rumah sakit, di hari Rabu, aku dan orang tua ku masih sempa...

Kala Tubuh Kecil Itu Panas

Gambar
 قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ Qadarullah wa ma sya'a fa'ala. Pertengahan Juni lalu Aqsha demam, batuk, dan muntah-muntah. Perlahan Aqsha kami beri tindakan dengan kompres air hangat di dahi, ketiak, selangkangannya. Lalu juga memberi obat tradisional, yaitu daun jarak, dengan cara di hangatkan , kemudian diolesin minyak, san diletak ke bagian perut serta punggung. Sop-sop an juga tak lupa kami berikan; sop bening dengan labu siam, wortel untuk mencegah dia dehidrasi dan juga agar menenangkan perutnya. Bahkan juga sop kaldu tulang. Tentu ASI pun selalu diberikan, bahkan hampir waktu seharian habis untuk tidur dan ASI. Karena tubuhnya yang sangat lemas, tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Qadarullah, belum mereda. Hingga demamnya pun sampai 39,5°C. Saat itu juga kami bawa Aqsha ke klinik Siloam terdekat. Dua hari menggunakan obat dari dokter, biidznillah demam Aqsha menurun , suhunya sekitar 37°C. Tapi memang kondisinya masih sangat lemas dan terlihat lesu. Tidak seman...

Cerita Tumbuh dan Kembang Aqsha

  Tiga bulan – Aqsha Aqsha sudah mulai mau berbalik, tapi terlihat sulit ya nak? Aqsha masih butuh bantuan Umma dan Ayah untuk bisa membalikkan badannya sendiri. Karena terkadang tangan Aqsha satunya nyempil dan ketimpah dengan tubuhnya Aqsha. Umma dan Ayah salut deh sama Aa. Karena Aa selalu berusaha dan berjuang untuk bisa berbalik badan sendiri. Pengen bisa tummy time sendiri ya nak? Bismillah ya, Aqsha bisa insyaAllah! Empat bulan – Aqsha Biidznillah di usia Aqsha yang sudah masuk empat bulan ini, Aa Aqsha udah bisa membalikkan tubuhnya sendiri nih. Bahkan udah sering tidur dengan keadaan telungkup. Umma dan Ayah khawatir kalau Aqsha tidurnya telungkup, karena tidak disarankan nak. Bukan hanya dari segi kesehatan saja, tapi dari sudut pandang islam juga tidak baik tidur telungkup. Mungkin bisa dibilang lagi fase-fase kemaruknya, jadi Aa bolak-balik balik badan terus nih, MasyaAllah ya nak. Aqsha udah bisa telungkup tanpa dibantu lagi, atas izin Allah. Bukan kuasa Um...

Liburan Lebaran

Lebaran tahun ini, Aqsha berumur 8 bulan. Kalau tahun lalu, dia masih di dalam rahim ummanya dengan usia janin 5 bulanan. MasyaAllah Abah dan keluarganya tahun ini memilih lebaran di Sumatera Utara. Tahun lalu mereka stay lebaran di Pontianak aja, alhamdulillah tahun ini bisa berkumpul bersama di Medan.  Dengan kondisi umur Aqsha yang masih 8 bulanan, lebaran hari kedua kami pergi perjalanan keluar kota untuk berlibur bersama keluarga.  Awalnya mau liburan ke Aceh. Tapi setelah dipikir-pikir, khawatir dengan keadaan anak-anak nantinya diperjalanan. Kemudian opsi kedua adalah akan berlibur ke Bukit Tinggi, nanti singgah sebentat ke rumah keluarga di Panyabungan. Namun, lagi dan lagi tidak jadi, karena khawatir perjalanan membutuhkan waktu lebih lama nantinya.  Pada akhirnya, kami sekeluarga berlibur ke daerah Sumatera Utara aja. Dari Medan lalu Berastagi, lanjut perjalanan ke Pulau Samosir, Ke Parapat, kemudian singgah ke rumah saudara di Raya. Cukup melelahkan, perjalanan...

30 Hari Menulis Bulan Ramadhan

Ramadhan tahun ini selain mengisi kegiatan dengan ibadah, aku juga mengikuti event 30 hari menulis selama bulan Ramadhan bersama Tautan Narablog dan Tamkin Project. Biidznillah bisa mengikuti tautan narablog kali ini sampai akhir, ya meskipun sadar dengan diri ini yang masih belum maksimal. Masih ada bolong menulis di hari tertentu, kemudian jadi bertambah untuk tulisan berikutnya.  Terkadang juga ada waktu luang yang bisa digunakan untuk menulis pada hari tertentu. Ada juga waktu dimana kesibukan padat pada hari tersebut, alhasil nulisnya mepet di jam malam. Setelah tarawih, baru deh bisa nyempetin untuk menulis.  Apalagi juga bingung mau nulis apa. Walaupun sudah disiapkan tema menulis, terkadang bingung harus menulis tentang apa. Ditambah lagi kalau tema bebas, waduh makin pusying deh mau nulis apaan.  Lucu dan terheran-heran kadang lihat teman-teman peserta nulis tautan Narablognya, ada yang rajin banget, ada yang nulisnya bolong-bolong, bahkan ada yang dikarantina ka...

Arsenalnya Kamu Apa?

Gambar
  Palestine will be free, InsyaAllah Cukup membuatku bingung dengan tema tulisan kali ini. Challenge dari salah satu peserta #TautanNarablog, kami akan menulis dengan tema Arsenal. Hah gimana maksudnya? Jadi, Arsenal ini artinya adalah gudang senjata. Maka, para peserta bebas menulis dengan tema yang berhubungan dengan “Gudang Senjata” . Untuk membuat tulisan ini pun aku jadi teringat dengan Palestina. Ya, saudara kita yang sedang terjajah oleh orang zi0nis laknatullah. Kalian tahu, senjata yang digunakan ketika orang-orang Palestina diserang oeh penjajag memang tidak sehebat alat perangnya mereka. Namun, do’a yang dipanjatkan oleh mereka itu merupakan senjata terbesar yang tidak bisa ditandingin oleh senjata apapun yang mereka gunakan. Dan hebatnya, masyarakat Palestina tak gentar, mereka tidak takut, bahkan terus maju untuk melawan mereka. Malam-malam harinya anak Palestina dipenuhi dengan Al-Qur’an, Sholat malam tidak ditinggalkan meskipun kondisi mereka yang sedang tidak baik-b...

Mencari Dia

Bagiku, lingkungan itu sangat penting untuk membuat kita bertumbuh. Bertumbuh menjadi lebih baik atau malah sebaliknya, itu semua kembali lagi dengan bagaimana pilihan kita. Aku tidak menafikkan bahwa semua orang ingin dirinya menjadi lebih baik, memiliki lingkungan yang baik, dan juga pastinya bertumbuh menjadi terbaik pula. Pertemanan , salah satunya.  Mereka yang dekat dengan kita, berteman dengan kita, dapat menjadi faktor bagaimana kita akan bertumbuh. Ntah dia akan mengajak kita pada kebaikan atau malah salah langkah menuju keburukan.  Maka carilah ‘mereka’ yang dapat membuat diri kita menjadi lebih baik, yang membantu kita untuk berjuang bersama, bukan menjatuhkan sesama.   Yang mengingatkan kita untuk kebaikan, bukan mengajak kita pada keburukan.  Pastinya, mereka yang selalu ingat kepada Sang Pencipta.  Mengingat Allah dimana, dan kapan saja bukan ketika maunya saja. Jadi gimana, sudah menemukan mereka? #tautannarablog8 #day20

Buku Aktivitas Ibadah

Waktu masih sekolah dulu, ingat banget masa-masa ngumpulin buku aktivitas Ramadhan. Sehabis sholat tarawih pasti buru-buru ngejar Pak Ustadz yang jadi imam untuk minta tanda tangan pada halaman "shalat tarawih".  Terus kalau nyimak ceramah dengan khusyuk banget biar bisa jelasin ulang ketika guru agama nanya di sekolah, "Tuliskan isi ceramah Pak Ustadz semalam di masjid kalian masing-masing!" Apakah hanya sekolahku aja yang gini? Sekolah kalian juga gak? Kalau iya, masih ingat ga masa-masa tarawih di Masjid tapi datang dengan tujuan dapat tanda tangan? Kemudian berlomba-lomba untuk mengumpulkan buku aktivitas ibadah di sekolah. Siapa yang full sholat tarawihnya berarti rajin ke Masjid, terus kelihatan siapa yang puasanya bolong-bolong, bahkan ketahuan siapa yang sholatnya masih maghrib dan isya aja.  Dulu tuh pas masih SD ngerasa disuruh kaya gini seakan menjadi beban yang beraattt banget. Padahal sebenernya tugas kaya gini bagus untuk ngebentuk  habit baik di diri...

Ngabuburit yang Berfedah, Ada Gak Sih?

Gambar
 Aku pernah ditanya oleh pembina asrama saat SMA dulu, "Kenapa harus ngabuburit beli makanan? Kan udah ada di masak dari asrama,"  "Kalian nih, habis-habisin duit orang tua aja jajan terus!" tambahnya lagi. Sebenarnya aku juga belum menemukan esistensi dari ngabuburit itu sendiri. Kalau ngabuburitnya hanya seputar cari takjil, jajanan, dan makanan berbuka puasa saja, sepertinya ngabuburit ini bukan hal wajib untuk dilakukan di bulan Ramadan. Namun, untuk memberikan kesan berbeda dalam bulan Ramadan, bisa saja kita adakan kegiatan ngabuburit yang lebih bermakna. Seperti, baca buku bareng, ngabuburit ikutan workshop untuk melatih skill , atau ngabuburitnya jalan sore sembari menikmati sunset . MasyaAllah.  Ada satu lagi sih contoh lainnya, yaitu dengan ikut tautan narablog ✨ kita bisa ngabuburit sambil nulis untuk tulisan setiap harinya. Ya ga? Ya donggg! Jadi, daripada kita melakukan kegiatan yang kurang berfaedah saat ngabuburit di bulan Ramadan ini, lebih baik kit...

Yang Belum Kamu Pelajari Tentang Menikah

Gambar
"Yang Belum Kamu Pelajari Tentang Menikah " Judul tulisan ini adalah judul buku yang aku rekomendasikan untuk teman-teman baca. Baik sudah menikah, maupun belum menikah, perempuan ataupun laki-laki buku ini layak  Sebelumnya, udah pernah baca buku, “ Karena Menikah Tak Sebercanda Itu”? , penulisnya sama yaitu Ustadz Amar Risalah. Namun buku KMTSI lebih mengarah untuk pembaca yang belum menikah. Sedangkanb uku YBKPTM ini bisa dibaca untuk yang sudah maupun belum. Pembahasannya sangat kompleks, mulai dari keresahan tinggal bersama mertua/ orang tua, tentang hubungan suami-istri, dan segal hal yang bisa jadi dianggap tabu dikalangan masyarakat, tapi di buku ini dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Apalagi mungkin, ada yang ragu untuk menikah karena takut dengan calon pasangan yang nantinya tidak sesuai ekspektasi. Memimpikan jodoh yang rupawan, shalih, bak Rasulullah, pada kenyataannya tidak seutuhnya seperti itu. Dalam buku ini, kita akan diberikan pemaha...

Ziyadah Al Iman

Gambar
from pinterest Sore itu, seorang anak perempuan dengan gamis menjulurnya buru-buru menaiki anak tangga. "Aduh, telat nih!" ucapnya dalam hati.  Sesampainya diatas, "Loh kok kosong?" ucapnya lirih setelah membuka ruangan kecil di ujung kampus.  Hari ini, Ziyadh sedang ada jadwal untuk mengisi halaqoh dengan anak-anak mahasiswa baru. Kesal rasanya setelah buru-buru keluar kelas, menaiki anak tangga dengan nafas yang tidak beraturan, tapi berujung tujuan yang dimaksud tidak ada.  "Pekan lalu hanya satu yang hadir, pekan ini gak ada! Yaudah lah jadi males ngisi anak maba ini!" gerutunya kesal.  "Pasti mereka nongkrong doang ke kantin, atau malah main-main ke cafe . Hemm dasar anak Gen Z!" pikirannya semakin carut marut.  Ziyadh pun menuruni anak tangga dengan perasaan campur aduk, kesal, cemas, sedih, semuanya jadi satu. Kalau dia sedang di lapangan luas atau hutan belantara, mungkin dia sudah berteriak sekuat mungkin hingga memekakkan telinga orang...

Mengatasi Insecure Ibu Rumah Tangga & Masalah Mental Wanita | Ust. dr. Raehanul Bahraen, M. Sc, Sp. PK

Mengatasi Insecure Ibu Rumah Tangga & Masalah Mental Wanita | Ust. dr. Raehanul Bahraen, M. Sc, Sp. PK Sosial media dapat menjadi media yang membandingkan diri kita dengan orang lain. Dimana isinya media saat ini seringkali untuk ajang pamer dan eksistensi diri. Kemudian kita terpengaruh membanding-bandikngkannya dengan kehidupan kita sehingga bisa menimbulkan rasa kurang bersyukur, tidak qana'ah, kemudian bisa merambat kepada mental kita dan menjadikan kita insecure . Kenapa bisa insecure ? Tentunya karena sosial media, dari apa yang telah dilihat. Kita tidak dibolehkan menyalahkan sebuah zaman. Karena setiap zaman akan selalu ada ujiannya. Saat ini adanya hp tentu menjadi ujian bagi kita, pasti ada dampak positif dan negatifnya. Di sosmed, seringkali muncul tips, trik, cara menjadi ibu atau bagaimana mendidik anak yang baik. Nah bisa jadi kita keliru dengan membuat tips serta trik ini. Perlu kita bijaksana memilah milihnya dan jangan jadikan pembandingan antara konten dengan ...

Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى

 📝Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى Akan membahas :  Makna ibadah   Syarat diterimanya ibadah  Penjelasan tentang ikhlas Penjelasan tentang ittiba' Penghapus pahala amalan Makna ibadah , Ibadah adalah hal yang dicintai oleh Allah dan diridhoi perbuatan tersebut. Ibadah harus berdasarkan dalil. Tidak bisa melalui mimpi, tidak cukup dengan prasangka, atau 'katanya' Ibadah ada dua : Ibadah murni  yang murni ibadah ( mahdhah ) dan tidak murni ( ghairu mahdhah ) Ibadah mahdhah adalah ibadah yang tidak dapat dicari-cari bagi akal. Contoh ibadah mahdhah adalah sholat wajib, puasa di bulan ramadhan,  Kedua ibadah ghairu mahdhah , ibadah yang mengandung unsur ibadah dan disisi lain dia tidak mengandung unsur ibadah. Ibadah ini tampak oleh manusia, sehingga bisa dikatakan perbuatan non ibadah. Dia dinyatakan ibadah jika disertai dengan niat yang shahih Contohnya adalah makan. Kita akan makan dengan niat agar ibad...

Gak Nyangka Tinggi Khasiatnya!

Waktu masih sekolah dasar, kurma adalah buah yang aku jauhi. “Rasanya aneh!” ucapku selalu saat Mama menghidangkan kurma di meja makan untuk berbuka. Apalagi dulu di rumah banyak banget kurma, karena mama juga jualan kurma di warungnya. Kemudian ada sebuah kondisi yang membuatku mau-gamau harus makan kurma.  Aku kurang ingat waktu pastinya kapan, tapi kalau aku tidak salah, hal itu terjadi saat sedang buka puasa di rumah saudara. Dimana beliau menyuguhkan kurma dan air putih di awal berbuka, kemudian kami sholat maghrib dulu, setelah itu baru lah makan menu pokoknya. Berjalan seiring waktu, saat SMA kurma perlahan menjadi buah yang bisa ku nikmati saat memakannya. “Rasanya manis-manis legit, enak,” – pikirku . Dan, akhirnya sampai saat ini kurma termasuk dalam daftar buah yang aku sukai. Selain memang rasanya yang enak, khasiatnya juga banyak banget ternyata lho. Salah satunya, ternyata kurma itu kaya akan serat sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit...