Ini Hari ke-19

 Sudah hari ke-19 menjalani challenge nulis di #30DWC

Jika ditanya apa yang dirasakan? Alhamdulillah seru dan asik. Dapat teman yang saling ingin bertumbuh dengan menulis, dapat support dari team #30dwc dan para mentor, dan tak terlewatkan adalah dapat ilmu yang bermanfaat.

Kepikiran, “Kenapa ga dari dulu ya ikut kelas ini?”

Padahal udah tahu dari lama. Dari sebelum aku mengenal foundernya, kak Rezky, aku udah pernah lihat flyernya di share oleh beberapa teman. Tapi ntah kenapa, masih enggan ikut. Mungkin belum rezeki juga bisa nimbrung di 30DWC ini.

“Kenapa jadinya join 30 DWC?” jawabannya adalah karena suami awalnya.

Jadi, aku berniat membuat sebuah buku sebelum di umur 25 tahun nanti. Seiring waktu aku menulis draf buku, aku meminta suami untuk membaca tulisan yang sudah ditulis. Sekilas setelah dia baca, dia langsung bilang gini, “Kayanya kamu butuh mentor juga deh. Biar dapat feedback tulisan. Bisa juga untuk sekalian belajar lagi nantinya tentang kepenulisan.”

“Iya juga ya,” pikirku saat itu.

Suami pun langsung menyarikan aku mentor. Singkat cerita, berlabuh lah pada pilihan ikut kelas 30 DWC jilid 47.

Disini aku belajar banyak walaupun masih 19 hari ikut nulis. Sesi KOUF yang luar biasa ilmu-ilmunya, apalagi sesi feedback dari squad lain dan feedback mentor. Hal ini berkesan sekali untukku, sebagai bekal bisa introspeksi dan mengembangkan penulisan lebih baik kedepannya.

Semoga bisa istiqomah nulis sampai 30 hari dan besar harapan bisa lulus bareng-bareng di jilid 47 ini dengan teman-teman lainnya. Aamiin, insyaAllah.

Komentar