Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Belajar dari KMO (Kelas Menyusui Online)

Gambar
Bismillahirrahmanirrahim Sudah 2 bulan 13 hari melihat tumbuh dan kembangnya Aqsha. Tidak terasa juga badannya sudah terlihat berbeda dari sebulan sebelumnya, apalagi dari minggu pertama dia lahir. Sangat berbeda sekali. Alhamdulillah berat badan Aqsha di umur 2 bulan ini sudah 6,4 kg, bulan lalu berat badannya 5,5 kg. Setelah di lihat alhamdulillah BB nya sesuai dengan KMS. Walaupun sebenarnya, aku berniat dari awal tidak mau selalu terpatok dengan KMS, takut jadi stress sendiri mikirin BB anak. Tapi tetap harus ikhtiar dan mengusahakan terbaik untuk si kecil, bukan berarti dengan tidak berpatokan pada KMS lantas aku membiarkannya begitu saja. Tentu tidak dong. Malah aku merasa lebih tenang sepertinya tidak perlu menimbang-nimbang BB nya disetiap pekan hehe. Eh disclaimer , emang ada yang nimbang setiap pekan? hemm. Nah, aku bukan mau cerita berat badan atau tips menaikkan bb bayi atau sejenisnya disini. Kali ini aku mau cerita salah satu kelas yang aku ikuti setelah Aqsha lahir. Kela...

Ini Hari ke-19

 Sudah hari ke-19 menjalani  challenge nulis di #30DWC Jika ditanya apa yang dirasakan? Alhamdulillah seru dan asik. Dapat teman yang saling ingin bertumbuh dengan menulis, dapat support dari team #30dwc dan para mentor, dan tak terlewatkan adalah dapat ilmu yang bermanfaat. Kepikiran, “Kenapa ga dari dulu ya ikut kelas ini?” Padahal udah tahu dari lama. Dari sebelum aku mengenal foundernya, kak Rezky, aku udah pernah lihat flyernya di share oleh beberapa teman. Tapi ntah kenapa, masih enggan ikut. Mungkin belum rezeki juga bisa nimbrung di 30DWC ini. “Kenapa jadinya join 30 DWC?” jawabannya adalah karena suami awalnya. Jadi, aku berniat membuat sebuah buku sebelum di umur 25 tahun nanti. Seiring waktu aku menulis draf buku, aku meminta suami untuk membaca tulisan yang sudah ditulis. Sekilas setelah dia baca, dia langsung bilang gini, “Kayanya kamu butuh mentor juga deh. Biar dapat feedback tulisan. Bisa juga untuk sekalian belajar lagi nantinya tentang kepenulisa...

Kapan Nikah?

Gambar
  Kapan nikah? Pertanyaan yang sering tersampaikan pihak keluarga kepada seseorang yang sudah layak untuk menikah, bisa jadi segi umur, sudah mapan, atau keperibadian yang dia miliki. Tapi untukku, pertanyaan ini tidak berlaku dikalangan keluarga. Keluarga besarku termasuk pada lingkungan yang mendukung karir dulu, harus mapan, maka dari segi itu akan dikatakan siap menikah. Tidak seutuhnya begitu juga sih, kalau perempuan diatas 25 tahun juga sudah dipertanyakan sebenarnya. Namun kurang lebih, standar untuk menikah di keluarga kami adalah sudah bekerja dan lulus kuliah. Di usiaku yang ke 23 tahun, alhamdulillah aku sudah menikah. Awalnya aku enggan mengabari saudara lainnya ketika hendak menyebar undangan. Takut dikatakan, “Terlalu muda untuk menikah”, “Masih bisa mengejar karir seharusnya”, “Daftar PNS atau BUMN dulu” dan lain sebagainya. Dengan keyakinan yang kuat, serta juga memang sebuah keharusan untuk memberitahu kabar bahagia ini ke saudara-saudara lain, maka orang t...

Menjadi Perempuan Pembelajar

Gambar
[Source: Pinterest] Sesungguhnya muslimah itu harus terus belajar dan menggali ilmu. Jangan sampai kita menjadi muslimah yang fakir ilmu, malas belajar,   atau mager-mageran dan lebih milih untuk berleha-leha pada hal yang tidak bermanfaat. Sesungguhnya malas adalah salah satu sifatnya syaitan yang sudah seharusnya kita jauhi. Malas juga tidak memberikan dampak yang baik bagi kita, malas akan menjadikan diri kita kurang pergerakan dan jauh dari produktif. Mengapa harus belajar? Pertama, sebab kewajiban menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap hamba Allah. Pada Qur’an Surah Az-Zumar ayat 9, Allah mengingatkan kita, “Katakanlah, ‘apakah sama antara orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan orang-orang yang tidak berilmu perngetahuan?” Kemudian kedua, kita muslimah akan menjadi ibu penerus peradaban nantinya. Muslimah akan menjadi madrasul ula bagi anak-anaknya kelak. Untuk menjadi seorang ibu pastinya kita harus memiliki ilmu, sebab menjadi ibu bukan sekadar menyuapi anak maka...

Menjadi Muslimah Terbaik [3]

Gambar
[Source : Pinterest ] Melanjutkan apa saja ciri-ciri perempuan terbaik yang disampaikan oleh  Al Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA., hafizhahullah, sebagai berikut Keenam, yakni menjaga kemaluan dan menundukkan pandangannya. Kita diperintahkan untuk menjaga pandangan dan kemaluan dengan tidak memandang aurat dan memandang laki-laki dengan syahwat. Marilah menjadi perempuan yang menjaga dengan menjauhi zina, menyentuh lawan jenis, serta memandang hal-hal yang telah Allah haramkan. "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' "  (QS. An-Nur [24] : 30 Ketujuh, m enjaga aurat dan mengenakan pakaian sesuai syariat.  Islam mewajibkan menutup aurat sebagai bentuk kasih sayangnya Allah kepada kita. Perempuan yang tidak menutup aurat akan berdosa dan dosanya akan mengalir kepada ayahnya. Mengapa? Sebab ...

Menjadi Muslimah Terbaik [2]

Gambar
[Source : Pinterest ] Adapun ciri-ciri perempuan terbaik yang disampaikan oleh Al Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA., hafizhahullah dalam daurohnya, video kajian, dan artikel yang saya temukan pada web beliau adalah sebagai berikut; Pertama , perempuan yang taat, bertakwa, berakhlak mulia, menjaga dirinya, serta pemalu. Menjaga dirinya dari perbuatan-perbuatan yang buruk, yang Allah haramkan, serta menjadi perempuan yang memiliki rasa malu. Karena rasa malu merupakan mahkota pada diri seorang muslimah. Rasa malu yang ada pada diri kita, wahai muslimah, adalah hal yang membuat kita terhormat dan dimuliakan. Rasulullah SAW pun memberikan teladan bahwa rasa malu adalah identitas akhlak islam. “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan) Kedua, dia yang menegakkan sholat. Rukun islam yang kedua adalah sholat. Sholat lima waktu hukumnya adalah wajib. Maka sudah men...

Menjadi Muslimah Terbaik

Gambar
  [ Source : Pinterest ] Sebagai perempuan muslimah, kita pasti ingin menjadi perempuan yang terbaik. Tentu terbaik di hadapan Allah SWT nantinya. Agar ketika hari akhir, kita dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat selama di dunia. Diriwayatkan dari sahabat Abu Udzainah Ash-Shadafi  radhiyallahu‘anhu , Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang sangat sayang (cinta) kepada suami; yang memiliki banyak anak; tidak kasar; membantu suami dalam kebaikan; ketika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuh-buruk wanita di antara kalian adalah yang suka berdandan/berhias (ketika keluar rumah); sombong; merekalah wanita-wanita munafik. Mereka tidak masuk surga, kecuali seperti burung gagak bersayap putih (maksudnya, sangat langka).” (HR. Baihaqi) Diatas merupakan sebuah hadis yang menyampaikan bagaimana sebaik-baiknya perempuan dan seburuk-buruknya perempuan. Pasti kita sangat berharap dapat...

How to be a Muslimah?

Gambar
Wanita shaliha merupakan sebaik-baiknya perhiasan dunia, maka dari itu kita harus bangga menjadi seorang Muslimah dan berjuang menjadi sebaik-baiknya muslimah agar kelak menjadi wanita yang shaliha. Sebagaimana terdapat dalam hadist berikut: Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash  radhiyallahu ‘anhuma , ia berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salehah.” (HR. Muslim, no. 1467) Sebagai seorang muslimah, begitu banyak cara-cara yang Allah berikan kepadanya agar kelak mendapatkan Surga, diantaranya yaitu menjalankan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat pada suami dan menjaga kehormatannya. Adapun juga Ibnu Abbas pernah diutus oleh para shahabiyah untuk bertanya kepada Rasulullah, ibadah apa yang dapat dilakukan oleh muslimah agar sederajat pahalanya dengan jihad? Maka Rasulullah pun menjawab, tugas yang dikerjakan oleh istri berupa mengurus rumah...

Muhasabah Cinta [4]

Gambar
  Rasa suka dan kagum Taufik ke Meila semakin memuncak. Hampir setiap hari Taufik mencari cara agar bisa mengobrol atau menghubungi Meila dengan berpura-pura menanyakan tugas kampus. “Meila selesai kelas Pak Nugroho mau kemana?” tanya Taufik di depan kelas ketika berpapasan dengan Meila. “Oh nanti mau ke kajian Ummu Hanni di FKG,” Balas Meila singkat “Oh iya, wah ikut dong seru tuh ke kajian ya kan,” Ucap Taufik menyeringai. Meila menghela napas pelan, “Nggak bisa fik, itu khusus akhwat” Taufik berpikir dan mencerna ucapan Meila, “Emang kalau mau jadi akhwat gimana caranya? Ada ngisi form dulu kah?” tanyanya penasaran sekali. Meila membelalakkan matanya, ingin sekali tertawa lepas tapi dia ingat bahwa dia sedang mengobrol dengan laki-laki yang bukan mahramnya. “Hehe khusus akhwat itu maksudnya khusus perempuan aja” Taufik malu bukan main, dia menutup wajahnya dan meminta maaf ke Meila atas ketidaktahuannya. Mulai dari situ, Taufik rutin mencari kajian di lingkungan ...

Muhasabah Cinta [3]

Gambar
  Hari ke hari Taufik semakin kepikiran tentang Meila. Setiap di kelas matanya tak luput dari memandang Meila. Ketika Meila balik melihat kearahnya, ia langsung pura-pura berpikir, memutarkan bola matanya, kadang dia tersenyum tipis untuk menyapa karena keburu malu ketahuan memperhatikan Meila. “Mei, sepertinya Taufik tertarik denganmu,” Ucap Andini yang sedang duduk disamping Meila. “Dia dari tadi merhatiin kamu terus tuh. Serem banget liatnya ihh” Tambahnya Meila membalikkan badan menghadap ke tempat duduk Taufik, “Fik, kamu kenapa? Kata Andini kok liatin aku terus?” Tanya Meila spontan. Andini membelalakkan matanya, tak menyangka Meila se - to the point itu. Taufik yang tadinya senyum-senyum sendiri berubah menjadi ekspresi bingung dan takut karena sikapnya sendiri. “Ngg.. anu, aku kepikiran presentase kita nanti siang Mei hehe” jawabnya sambil menggaruk tengkuk kepala yang tidak gatal. “Oh, santai aja. Nanti kamu dan Wira bacain bagian kesimpulan, aman kok. Aku d...

Muhasabah Cinta [2]

Gambar
  “Sehabis kelas jam terakhir kita bakalan mulai kerja kelompok. Aku, kamu, Wira, dan Andini,” Ucap Meila setelah kelas statistika selesai. Taufik melihat Meila seakan mengisyaratkan, ‘ini bener nih gue sekelompok sama si anak pesantren?’ “Oke. Dimana?” tanya Taufik. “Di Café De’Lia ya, seberang kampus,” Jawab Meila meninggalkan Taufik. Mereka pun belajar kelompok bersama, hal yang lumrah jika dalam kelompok yang fokus mengerjakan bahan satu orang, selebihnya fokus ke hal yang tidak penting. Andini dan Wira asik mengobrol dan saling curhat tentang masa-masa sekolah mereka di kampung, sedangkan Taufik sibuk dengan game di gadgetnya. Meila sibuk mencari referensi untuk bahan materi presentasi pekan depan. “Aku udah nemu ini beberapa bahan. Kalian gimana? Bisa bantuin aku ga biar makin kompleks ini materinya,” Ucap Meila membuka obrolan di café itu. Semua saling tatap satu sama lain, tapi beda dengan Taufik yang masih fokus dengan gadgetnya. Wira membuka suara, “Kita yak...

Muhasabah Cinta [1]

Gambar
  Kriiing..kriiing Bunyi bel tanda masuk kelas menggema di koridor kampus. Para mahasiswa bergegas memasuki ruangan kelasnya, ada yang berlari disepanjang koridor, ada yang berjalan santai, ada juga yang sudah siap sedia duduk di kelas sejak sebelum bel berbunyi. “Ah sial! Telat lagi deh gue!” kesal seorang mahasiswa, ia baru sampai parkiran saat bel berbunyi. “Huh malah ini kelas statistika lagi, dosennya si songong itu!” gumamnya sendiri disepanjang jalan koridor. Perjalanan dari parkiran ke ruang kelasnya juga cukup jauh dan melelahkan. Dia harus berjuang menaiki 3 lantai dan berjalan ke kelas tersudut di Gedung itu. Sesampainya didepan kelas, mahasiswa itu melihat dosen yang ia katakan ‘ songong’  sudah berdiri didepan kelas memulai pelajaran. “Ngapai kamu berdiri disitu, masuk!” ucap dosen tersebut karena kepala si mahasiswa yang nongol kelihatan. Mahasiswa tersebut masuk dengan langkah kecil, ada rasa ragu, sebab dia sudah tau kebiasaan dosennya ini. Pasti ak...

Man Shabara Zhafira

Gambar
  [ Source : pinterest ] Man Shabara Zhafira , siapa yang bersabar maka dia akan beruntung. Sabar pastinya menjadi sikap yang selalu diutamakan ketika seseorang mengalami musibah atau merasakan sesuatu yang sedih, kecewa, dan hal-hal yang tidak diharapkan lainnya. “Sing sabar yo,” akan menjadi kalimat yang disampaikan orang untuk mengingatkan kita agar ‘bersabar’. Tidak menafikkan bahwa bersabar itu sesuatu yang cukup sulit untuk diterapkan di kehidupan,   namun dengan bersabar ada pahala yang telah Allah siapkan. Seringkali orang-orang lepas kendali hingga kesabarannya pun hilang ditelan bumi. Ntah kemana. Syaitan berhasil menghasut dengan strateginya untuk anak-cucu Nabi Adam a.s. Maka benar adanya, bahwa kalimat pertama diatas adalah sebuah reminder untuk kita. Sesungguhnya orang yang bersabar itu akan beruntung. Beruntung kenapa? Beruntung dengan keutamaan-keutamaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang bersabar; berupa pahala, diampuni dosa-dosanya oleh Allah...