Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

Arsenalnya Kamu Apa?

Gambar
  Palestine will be free, InsyaAllah Cukup membuatku bingung dengan tema tulisan kali ini. Challenge dari salah satu peserta #TautanNarablog, kami akan menulis dengan tema Arsenal. Hah gimana maksudnya? Jadi, Arsenal ini artinya adalah gudang senjata. Maka, para peserta bebas menulis dengan tema yang berhubungan dengan “Gudang Senjata” . Untuk membuat tulisan ini pun aku jadi teringat dengan Palestina. Ya, saudara kita yang sedang terjajah oleh orang zi0nis laknatullah. Kalian tahu, senjata yang digunakan ketika orang-orang Palestina diserang oeh penjajag memang tidak sehebat alat perangnya mereka. Namun, do’a yang dipanjatkan oleh mereka itu merupakan senjata terbesar yang tidak bisa ditandingin oleh senjata apapun yang mereka gunakan. Dan hebatnya, masyarakat Palestina tak gentar, mereka tidak takut, bahkan terus maju untuk melawan mereka. Malam-malam harinya anak Palestina dipenuhi dengan Al-Qur’an, Sholat malam tidak ditinggalkan meskipun kondisi mereka yang sedang tidak baik-b...

Mencari Dia

Bagiku, lingkungan itu sangat penting untuk membuat kita bertumbuh. Bertumbuh menjadi lebih baik atau malah sebaliknya, itu semua kembali lagi dengan bagaimana pilihan kita. Aku tidak menafikkan bahwa semua orang ingin dirinya menjadi lebih baik, memiliki lingkungan yang baik, dan juga pastinya bertumbuh menjadi terbaik pula. Pertemanan , salah satunya.  Mereka yang dekat dengan kita, berteman dengan kita, dapat menjadi faktor bagaimana kita akan bertumbuh. Ntah dia akan mengajak kita pada kebaikan atau malah salah langkah menuju keburukan.  Maka carilah ‘mereka’ yang dapat membuat diri kita menjadi lebih baik, yang membantu kita untuk berjuang bersama, bukan menjatuhkan sesama.   Yang mengingatkan kita untuk kebaikan, bukan mengajak kita pada keburukan.  Pastinya, mereka yang selalu ingat kepada Sang Pencipta.  Mengingat Allah dimana, dan kapan saja bukan ketika maunya saja. Jadi gimana, sudah menemukan mereka? #tautannarablog8 #day20

Buku Aktivitas Ibadah

Waktu masih sekolah dulu, ingat banget masa-masa ngumpulin buku aktivitas Ramadhan. Sehabis sholat tarawih pasti buru-buru ngejar Pak Ustadz yang jadi imam untuk minta tanda tangan pada halaman "shalat tarawih".  Terus kalau nyimak ceramah dengan khusyuk banget biar bisa jelasin ulang ketika guru agama nanya di sekolah, "Tuliskan isi ceramah Pak Ustadz semalam di masjid kalian masing-masing!" Apakah hanya sekolahku aja yang gini? Sekolah kalian juga gak? Kalau iya, masih ingat ga masa-masa tarawih di Masjid tapi datang dengan tujuan dapat tanda tangan? Kemudian berlomba-lomba untuk mengumpulkan buku aktivitas ibadah di sekolah. Siapa yang full sholat tarawihnya berarti rajin ke Masjid, terus kelihatan siapa yang puasanya bolong-bolong, bahkan ketahuan siapa yang sholatnya masih maghrib dan isya aja.  Dulu tuh pas masih SD ngerasa disuruh kaya gini seakan menjadi beban yang beraattt banget. Padahal sebenernya tugas kaya gini bagus untuk ngebentuk  habit baik di diri...

Ngabuburit yang Berfedah, Ada Gak Sih?

Gambar
 Aku pernah ditanya oleh pembina asrama saat SMA dulu, "Kenapa harus ngabuburit beli makanan? Kan udah ada di masak dari asrama,"  "Kalian nih, habis-habisin duit orang tua aja jajan terus!" tambahnya lagi. Sebenarnya aku juga belum menemukan esistensi dari ngabuburit itu sendiri. Kalau ngabuburitnya hanya seputar cari takjil, jajanan, dan makanan berbuka puasa saja, sepertinya ngabuburit ini bukan hal wajib untuk dilakukan di bulan Ramadan. Namun, untuk memberikan kesan berbeda dalam bulan Ramadan, bisa saja kita adakan kegiatan ngabuburit yang lebih bermakna. Seperti, baca buku bareng, ngabuburit ikutan workshop untuk melatih skill , atau ngabuburitnya jalan sore sembari menikmati sunset . MasyaAllah.  Ada satu lagi sih contoh lainnya, yaitu dengan ikut tautan narablog ✨ kita bisa ngabuburit sambil nulis untuk tulisan setiap harinya. Ya ga? Ya donggg! Jadi, daripada kita melakukan kegiatan yang kurang berfaedah saat ngabuburit di bulan Ramadan ini, lebih baik kit...

Yang Belum Kamu Pelajari Tentang Menikah

Gambar
"Yang Belum Kamu Pelajari Tentang Menikah " Judul tulisan ini adalah judul buku yang aku rekomendasikan untuk teman-teman baca. Baik sudah menikah, maupun belum menikah, perempuan ataupun laki-laki buku ini layak  Sebelumnya, udah pernah baca buku, “ Karena Menikah Tak Sebercanda Itu”? , penulisnya sama yaitu Ustadz Amar Risalah. Namun buku KMTSI lebih mengarah untuk pembaca yang belum menikah. Sedangkanb uku YBKPTM ini bisa dibaca untuk yang sudah maupun belum. Pembahasannya sangat kompleks, mulai dari keresahan tinggal bersama mertua/ orang tua, tentang hubungan suami-istri, dan segal hal yang bisa jadi dianggap tabu dikalangan masyarakat, tapi di buku ini dijelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Apalagi mungkin, ada yang ragu untuk menikah karena takut dengan calon pasangan yang nantinya tidak sesuai ekspektasi. Memimpikan jodoh yang rupawan, shalih, bak Rasulullah, pada kenyataannya tidak seutuhnya seperti itu. Dalam buku ini, kita akan diberikan pemaha...

Ziyadah Al Iman

Gambar
from pinterest Sore itu, seorang anak perempuan dengan gamis menjulurnya buru-buru menaiki anak tangga. "Aduh, telat nih!" ucapnya dalam hati.  Sesampainya diatas, "Loh kok kosong?" ucapnya lirih setelah membuka ruangan kecil di ujung kampus.  Hari ini, Ziyadh sedang ada jadwal untuk mengisi halaqoh dengan anak-anak mahasiswa baru. Kesal rasanya setelah buru-buru keluar kelas, menaiki anak tangga dengan nafas yang tidak beraturan, tapi berujung tujuan yang dimaksud tidak ada.  "Pekan lalu hanya satu yang hadir, pekan ini gak ada! Yaudah lah jadi males ngisi anak maba ini!" gerutunya kesal.  "Pasti mereka nongkrong doang ke kantin, atau malah main-main ke cafe . Hemm dasar anak Gen Z!" pikirannya semakin carut marut.  Ziyadh pun menuruni anak tangga dengan perasaan campur aduk, kesal, cemas, sedih, semuanya jadi satu. Kalau dia sedang di lapangan luas atau hutan belantara, mungkin dia sudah berteriak sekuat mungkin hingga memekakkan telinga orang...

Mengatasi Insecure Ibu Rumah Tangga & Masalah Mental Wanita | Ust. dr. Raehanul Bahraen, M. Sc, Sp. PK

Mengatasi Insecure Ibu Rumah Tangga & Masalah Mental Wanita | Ust. dr. Raehanul Bahraen, M. Sc, Sp. PK Sosial media dapat menjadi media yang membandingkan diri kita dengan orang lain. Dimana isinya media saat ini seringkali untuk ajang pamer dan eksistensi diri. Kemudian kita terpengaruh membanding-bandikngkannya dengan kehidupan kita sehingga bisa menimbulkan rasa kurang bersyukur, tidak qana'ah, kemudian bisa merambat kepada mental kita dan menjadikan kita insecure . Kenapa bisa insecure ? Tentunya karena sosial media, dari apa yang telah dilihat. Kita tidak dibolehkan menyalahkan sebuah zaman. Karena setiap zaman akan selalu ada ujiannya. Saat ini adanya hp tentu menjadi ujian bagi kita, pasti ada dampak positif dan negatifnya. Di sosmed, seringkali muncul tips, trik, cara menjadi ibu atau bagaimana mendidik anak yang baik. Nah bisa jadi kita keliru dengan membuat tips serta trik ini. Perlu kita bijaksana memilah milihnya dan jangan jadikan pembandingan antara konten dengan ...

Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى

 📝Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى Akan membahas :  Makna ibadah   Syarat diterimanya ibadah  Penjelasan tentang ikhlas Penjelasan tentang ittiba' Penghapus pahala amalan Makna ibadah , Ibadah adalah hal yang dicintai oleh Allah dan diridhoi perbuatan tersebut. Ibadah harus berdasarkan dalil. Tidak bisa melalui mimpi, tidak cukup dengan prasangka, atau 'katanya' Ibadah ada dua : Ibadah murni  yang murni ibadah ( mahdhah ) dan tidak murni ( ghairu mahdhah ) Ibadah mahdhah adalah ibadah yang tidak dapat dicari-cari bagi akal. Contoh ibadah mahdhah adalah sholat wajib, puasa di bulan ramadhan,  Kedua ibadah ghairu mahdhah , ibadah yang mengandung unsur ibadah dan disisi lain dia tidak mengandung unsur ibadah. Ibadah ini tampak oleh manusia, sehingga bisa dikatakan perbuatan non ibadah. Dia dinyatakan ibadah jika disertai dengan niat yang shahih Contohnya adalah makan. Kita akan makan dengan niat agar ibad...

Gak Nyangka Tinggi Khasiatnya!

Waktu masih sekolah dasar, kurma adalah buah yang aku jauhi. “Rasanya aneh!” ucapku selalu saat Mama menghidangkan kurma di meja makan untuk berbuka. Apalagi dulu di rumah banyak banget kurma, karena mama juga jualan kurma di warungnya. Kemudian ada sebuah kondisi yang membuatku mau-gamau harus makan kurma.  Aku kurang ingat waktu pastinya kapan, tapi kalau aku tidak salah, hal itu terjadi saat sedang buka puasa di rumah saudara. Dimana beliau menyuguhkan kurma dan air putih di awal berbuka, kemudian kami sholat maghrib dulu, setelah itu baru lah makan menu pokoknya. Berjalan seiring waktu, saat SMA kurma perlahan menjadi buah yang bisa ku nikmati saat memakannya. “Rasanya manis-manis legit, enak,” – pikirku . Dan, akhirnya sampai saat ini kurma termasuk dalam daftar buah yang aku sukai. Selain memang rasanya yang enak, khasiatnya juga banyak banget ternyata lho. Salah satunya, ternyata kurma itu kaya akan serat sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit...

Kenapa Harus Puasa ?

Gambar
Bismillahirrahaminrrahim Dulu, mikir alasan kenapa kita puasa adalah karena itu sudah  'jalan hidup' aja.  Lihat mama, ayah, abah (abang) puasa, lantas ikutan sahur dan berbuka agar bisa barengan.  Di iming-imingi THR (Terus Hadir Rezeki) eh maksudnya Tunjangan Hari Raya, jadi makin semangat juga untuk ningkatin jumlah hari berpuasa.  Kalau kata mama, dulu mulai TK aku udah puasa. Saat kelas 1 SD, puasaku sudah full selama kurang lebih 30 hari. "Mantap kali ya" — pikirku.  Belum lagi momen tadarusan yang ramai sekali di masjid kampung. Ada banyak cemilan dan minuman hangat menemani anak-anak di kampung untuk tadarusan. Tentu saja, risol menjadi gorengan yang diserbu dan cepat ludes di masjid. Anehnya, kami tidak terlalu bersemangat untuk bukber di masjid, karena biasanya menu bukbernya bubur kajang hijau atau bubur sum-sum dan kurma secara berkala. Nah, kalau malam tadarusan sehabis tarawih pasti makanannya lebih banyak dan menarik.  Back to the topic , ...

Rasanya Ikut Ramadhan Lagi

Gambar
Alhamdulillah 'ala kulli hal , akhirnya kita bertemu lagi dengan bulan Ramadhan.  Bulan yang penuh dengan kemuliaan, bulan dengan penuh kebaikan didalamnya, penuh ampunan , rahmat, kasih sayang, serta bulan yang dimana setiap pahala dilipatgandakan.  Jadi, hal yang wajar bukan kalau setiap insan yang beriman menunggu-nunggu waktu Ramadhan ini tiba. Termasuk aku, gimana kalau kamu? Tapi, sadar gak setiap menjelang Ramadhan akan ada terbesit dalam hati, "Kok dah mau puasa aja ya? Kok ga kerasa ya?" . Nah kalau ada, berarti kita sama. Toss dulu!  Lalu setelah Ramadhan berlalu, akan ada rasa sedih menyelimuti, "Kira-kira aku bisa bertemu dengan Ramadhan lagi nggak ya?"  Begitu lah waktu. Ia berjalan begitu cepat. Namun kita aja yang terkadang mengabaikannya dan menganggap masih ada kesempatan di waktu yang lain.  Reminder buat diri ini yang kadang masih mau main-main sama waktu. Padahal, kita tidak tahu dengan kepastiannya. Hanya Allah yang Maha Mengetahui setia...