Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Cerita Tumbuh dan Kembang Aqsha

  Tiga bulan – Aqsha Aqsha sudah mulai mau berbalik, tapi terlihat sulit ya nak? Aqsha masih butuh bantuan Umma dan Ayah untuk bisa membalikkan badannya sendiri. Karena terkadang tangan Aqsha satunya nyempil dan ketimpah dengan tubuhnya Aqsha. Umma dan Ayah salut deh sama Aa. Karena Aa selalu berusaha dan berjuang untuk bisa berbalik badan sendiri. Pengen bisa tummy time sendiri ya nak? Bismillah ya, Aqsha bisa insyaAllah! Empat bulan – Aqsha Biidznillah di usia Aqsha yang sudah masuk empat bulan ini, Aa Aqsha udah bisa membalikkan tubuhnya sendiri nih. Bahkan udah sering tidur dengan keadaan telungkup. Umma dan Ayah khawatir kalau Aqsha tidurnya telungkup, karena tidak disarankan nak. Bukan hanya dari segi kesehatan saja, tapi dari sudut pandang islam juga tidak baik tidur telungkup. Mungkin bisa dibilang lagi fase-fase kemaruknya, jadi Aa bolak-balik balik badan terus nih, MasyaAllah ya nak. Aqsha udah bisa telungkup tanpa dibantu lagi, atas izin Allah. Bukan kuasa Um...

Liburan Lebaran

Lebaran tahun ini, Aqsha berumur 8 bulan. Kalau tahun lalu, dia masih di dalam rahim ummanya dengan usia janin 5 bulanan. MasyaAllah Abah dan keluarganya tahun ini memilih lebaran di Sumatera Utara. Tahun lalu mereka stay lebaran di Pontianak aja, alhamdulillah tahun ini bisa berkumpul bersama di Medan.  Dengan kondisi umur Aqsha yang masih 8 bulanan, lebaran hari kedua kami pergi perjalanan keluar kota untuk berlibur bersama keluarga.  Awalnya mau liburan ke Aceh. Tapi setelah dipikir-pikir, khawatir dengan keadaan anak-anak nantinya diperjalanan. Kemudian opsi kedua adalah akan berlibur ke Bukit Tinggi, nanti singgah sebentat ke rumah keluarga di Panyabungan. Namun, lagi dan lagi tidak jadi, karena khawatir perjalanan membutuhkan waktu lebih lama nantinya.  Pada akhirnya, kami sekeluarga berlibur ke daerah Sumatera Utara aja. Dari Medan lalu Berastagi, lanjut perjalanan ke Pulau Samosir, Ke Parapat, kemudian singgah ke rumah saudara di Raya. Cukup melelahkan, perjalanan...

30 Hari Menulis Bulan Ramadhan

Ramadhan tahun ini selain mengisi kegiatan dengan ibadah, aku juga mengikuti event 30 hari menulis selama bulan Ramadhan bersama Tautan Narablog dan Tamkin Project. Biidznillah bisa mengikuti tautan narablog kali ini sampai akhir, ya meskipun sadar dengan diri ini yang masih belum maksimal. Masih ada bolong menulis di hari tertentu, kemudian jadi bertambah untuk tulisan berikutnya.  Terkadang juga ada waktu luang yang bisa digunakan untuk menulis pada hari tertentu. Ada juga waktu dimana kesibukan padat pada hari tersebut, alhasil nulisnya mepet di jam malam. Setelah tarawih, baru deh bisa nyempetin untuk menulis.  Apalagi juga bingung mau nulis apa. Walaupun sudah disiapkan tema menulis, terkadang bingung harus menulis tentang apa. Ditambah lagi kalau tema bebas, waduh makin pusying deh mau nulis apaan.  Lucu dan terheran-heran kadang lihat teman-teman peserta nulis tautan Narablognya, ada yang rajin banget, ada yang nulisnya bolong-bolong, bahkan ada yang dikarantina ka...