Muhasabah Cinta [2]

 

yolanda anjani

“Sehabis kelas jam terakhir kita bakalan mulai kerja kelompok. Aku, kamu, Wira, dan Andini,” Ucap Meila setelah kelas statistika selesai.

Taufik melihat Meila seakan mengisyaratkan, ‘ini bener nih gue sekelompok sama si anak pesantren?’

“Oke. Dimana?” tanya Taufik.

“Di Café De’Lia ya, seberang kampus,” Jawab Meila meninggalkan Taufik.

Mereka pun belajar kelompok bersama, hal yang lumrah jika dalam kelompok yang fokus mengerjakan bahan satu orang, selebihnya fokus ke hal yang tidak penting. Andini dan Wira asik mengobrol dan saling curhat tentang masa-masa sekolah mereka di kampung, sedangkan Taufik sibuk dengan game di gadgetnya. Meila sibuk mencari referensi untuk bahan materi presentasi pekan depan.

“Aku udah nemu ini beberapa bahan. Kalian gimana? Bisa bantuin aku ga biar makin kompleks ini materinya,” Ucap Meila membuka obrolan di café itu.

Semua saling tatap satu sama lain, tapi beda dengan Taufik yang masih fokus dengan gadgetnya.

Wira membuka suara, “Kita yakin dengan apa yang lu kerjain kok Mei. Aman dah pokoknya. Ngikut aja gue,” Balasnya

“Iya kita mah lanjut aja, setuju sama ratu kelas!” ucap Andini menambahi.

“Kamu gimana, Fik?” tanya Meila ke arah Taufik.

Taufik memutar bola matanya, seolah berpikir dan meletakkan jari telunjuk ke bagian dagu. “Hemm, udah sih dah bagus ini materinya. Tinggal kita murojaah bareng-bareng biar paham nanti pas presentasi,” Jawabnya dengan percaya diri.

“Ah elah gaya lu fik, sok-sok an murojaah materi! Hahaha” tambah Wira meledek Taufik.

Sore itu belajar kelompok pun selesai. Namun ntah kenapa sepulang dari café wajah Meila masih terbayang dipikiran Taufik. Ntah apa yang merasukinya, padahal tadi dia pun tidak banyak berinteraksi dengan Meila. Sesekali dia melirik Meila yang sedang serius mengerjakan bahan materi dengan wajah yang menenangkan dan senyuman yang manis sekali.

“Apaan sih lu, fik! Meila itu gadis sholeha, lah lu sholat aja cuman pas hari lebaran!” ucap Taufik kepada dirinya sendiri. Dia tenggelam dalam khayal tentang Meila.

Bersambung...


#30DWCJilid47 #30dwc #day9

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home