Menjadi Muslimah Terbaik

 

yolanda anjani
[ Source : Pinterest ]

Sebagai perempuan muslimah, kita pasti ingin menjadi perempuan yang terbaik. Tentu terbaik di hadapan Allah SWT nantinya. Agar ketika hari akhir, kita dapat mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat selama di dunia.

Diriwayatkan dari sahabat Abu Udzainah Ash-Shadafi radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang sangat sayang (cinta) kepada suami; yang memiliki banyak anak; tidak kasar; membantu suami dalam kebaikan; ketika mereka bertakwa kepada Allah. Dan seburuh-buruk wanita di antara kalian adalah yang suka berdandan/berhias (ketika keluar rumah); sombong; merekalah wanita-wanita munafik. Mereka tidak masuk surga, kecuali seperti burung gagak bersayap putih (maksudnya, sangat langka).” (HR. Baihaqi)

Diatas merupakan sebuah hadis yang menyampaikan bagaimana sebaik-baiknya perempuan dan seburuk-buruknya perempuan. Pasti kita sangat berharap dapat menjadi sebaik-baiknya perempuan yang Allah maksud. Maka, mari kita sama-sama berusaha menjadi pribadi muslimah terbaik itu.

Dalam kajian nisa yang terdapat pada channel youtube Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Hafizhahullah, beliau menjelaskan hadis diatas dengan jelas agar kita dapat lebih memahami maknanya.

Pertaman adalah Al-Wadud, yakni wanita yang penuh cinta dan kasih sayang dan bisa mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayangnya tersebut. Siapa yang berhak mendapatkan cintanya? Yakni suaminya.

Ucapan dan perkataannya kepada suami haruslah baik dan jauh dari perkataan kasar. Tidak menyakiti perasaan suaminya kelak dengan perkataan yang tidak baik. Kemudian seorang muslimah harus menjaga tubuhnya, penampilan yang baik di rumah dan diluar rumah dikenakan sesuai dengan mana yang membuat suami senang.

Memberikan yang terbaik didalam keluarga dengan menyelesaikan segala tugas-tugas sebagai ibu dan istri. Hal ini semua terlihat dengan akhlaknya yang penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang terhadap keluarganya. Sifat ini lah yang menjadi salah satu kriteria muslimah terbaik.

Kedua, Al-Walud yakni subur atau memiliki banyak anak. Namun perlu kita ketahui apabila diuji dengan suatu penyakit atau adanya kendala pada tubuhnya sehingga tidak dapat memiliki anak, maka itu tidak menghalanginya untuk menjadi muslimah terbaik. Karena faktor ini bukan disengaja atau keinginannya yang tidak mau memiliki anak. Allah pun tidak meminta pertanggungjawaban padanya nanti. Hal ini tidak mengurangi kualitas keshalihahan perempuan tersebut.

Tetapi jika perempuan yang subur lalu memutuskan untuk tidak melahirkan atau menggugurkan bayinya tanpa uzur syar’i maka ini merupakan perbuatan yang Allah larang.

Muslimah terbaik akan berjuang untuk mendidik anaknya, tumbuh kembangnya kelak, serta menjadi sebab lahirnya anak-anak terbaik ditengah masyarakat yang paham agama dengan niat supaya menjadi anak yang shalih.

Ketiga, Al-Muwatiyah, yaitu tidak kasar. Dalam sikap dan perkataannya jauh dari perkataan kasar dan keras. Kesehariannya suka mendengar, taat, dan berusaha menjalankan perintah serta arahan (responsif).

Muslimah yang memiliki sifat ini akan menjauhi sikap; menolak permintaan suami selagi bukanlah hal yang haram, menyombongkan diri dan merasa tinggi dihadapan suaminya, dari segi harta, ilmu, serta ia tidak ada kedurhakaan pada suaminya. Bisa dikatakan Al-Muwatiyah ini adalah ‘anti mengatakan tidak’ pada suami, kecuali pada hal yang haram atau Allah larang.

Keempat, Al-Muwasiyah, yakni perempuan yang senang membantu suaminya dalam kebaikan. Berusaha untuk selalu berdiri disamping suaminya dalam keadaan apa pun, lillahi ta’ala.

Membantu suaminya berjuang dijalan ketaatan pada Allah dan mengingatkan agar tidak ada harta haram didalam rumahnya.

Kelima, bertakwa kepada Allah. Sifat-sifat mulia yang telah dijabarkan diatas akan bermanfaat jika kita muslimah bertakwa kepada Allah SWT. Apabila motivasi kita ingin menjadi muslimah terbaik bukan karena Allah, maka semuanya itu tidak akan bermanfaat.

Wallahu'alam Bishawab


#30DaysWritingChallenge #30DWCjilid47 #30dwc #day13

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home