Menanamkan Tauhid Kepada Anak [1]

 

Menanamkan Tauhid Kepada Anak - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Anak-anak masih pada dasarnya masih diatas fitrah, sebagaimana sebuah hadis Rasulullah SAW menjelaskan kondisi dan kedudukan anak serta orang tua.

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

Artinya: “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”(HR Bukhari dan Muslim).

Maka anak-anak sebenarnya telah terinstall fitrah dalam dirinya. Kedua orang tuanyalah yang menentukan anaknya, karena anak mudah terpengaruh dengan bagaimana orang tuanya mendidik mereka.

Rasulullah mengajarkan tauhid kepada cucunya Hasan, yaitu dengan ajarkan doa qunut kepadanya. Dimana makna dari doa qunut adalah tauhid.

Rasulullah pernah mengajarkan kepada Ibnu Abbas ketika masih kecil. Dalam hadis, Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

Ajarkan anak sejak remaja mencari calon pasangan yang shalih/shaliha.

Anak yang shalih insyaAllah akan menjadi aset bagi orang tuanya kelak, pada hadis dinyatakan :

"Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya."
(HR. Muslim, no. 1631)

Beberapa praktik agar anak memiliki akidah yang benar :

Contohnya, anak yang berumur 4-5 tahun sudah bisa diajak mengobrol tauhid;

  1. Tauhid Rububiyah, Bisa mengenalkan bintang yang dilangit bahwa itu adalah ciptaan Allah. Atau kenalkan langit, bilang bahwa langit tidak ada celah dan tidak ada tiangnya. Jelaskan bahwa alam semesta itu begitu luas, Allah lah yang menciptakan sesuatu dengan mutlak, sempurna, tanpa kekurangan. Ceritakan bagaimana tebit dan terbenamnya matahari, serta luar biasanya kebermanfaatan yang kita dapatkan dari ciptaan Allah di alam semesta ini. Penjelasan ini akan mudah diterima oleh anak, karena mereka masih dalam keadaan fitrah. Tanamkan tauhid dengan beritahu setiap hewan sudah ditentukan rezekinya oleh Allah.
  2. Tanamkan Tauhid Uluhiyah :  
    •  Latih anak untuk shalat dan ajarkan dia berdoa. Mengaitkan seluruh aktivitas anak dengan berdoa dan mengingat Allah Ta’ala.
    • Ajarkan bertawakal hanya kepada Allah bukan kepada makhluk-Nya.
    • Ingat anak untuk selalu berdoa kepada Allah untuk meminta apa pun, misalnya mainan, makanan, dan sebagainya.
  3. Tanamkan Tauhid Asma wa Sifat 

  • Diajak mengenal sifat-sifat Allah dengan menghubungkannya pada keadaan disekitar atau lingkungan kita. Ingatkan Allah yang memberi rezeki, Allah yang mengabulkan doa, Allah Maha Pengampun, Allah Maha Melihat, dan sebagainya.

Selanjutnya adalah tanamkan anak untuk dapat menerima takdir. Segala kegagalan atau kesedihan yang datang tanpa diduga, maka tanamkan semuanya itu adalah ketetapan Allah.

Sehingga ketika ada musibah ada masalah, bisa menerapkan pada anak untuk mengatakan “Qadarullah”. Jangan gunakan kata-kata buruk yang dapat diikuti oleh anak nantinya.

Kemudian ajarkan nilai tauhid dengan bersabar. Jika anak-anak melaporkan bahwa ada masalah dan ujian yang dia hadapi, ajarkan padanya untuk bersabar. Agar anak menjadi orang yang tegar dan kuat dalam menghadapi ujian kehidupannya. Sebab sabar merupakan nilai tauhid yang paling tinggi.

Tanamkan Muraqabatullah, bahwa Allah selalu mengawasi. Ingatkan padanya bahwa Allah Maha Melihat dan Mengetahui ketika anak melakukan setiap perbuatan. Malaikat akan mencatat setiap yang dia lakukan.

Beirtahukan Jannah Wannar, ada surga dan neraka. Luruskan pandangannya tentang apa itu Surga dan apa itu neraka. Ceritakan bagaimana hari akhir dan akan kemana kita nantinya setelah dari kehidupan ini.

Setelah menanamkan ini semua, jadilah contoh bagi anak-anak kita. Agar dia melihat bagaimana hubungan kita kepada Allah Al Khaliq.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home