Diskusi Psikolog by Usamah.edu [1]
DIKSI [Diskusi Psikologi] #2
Memahami Jenis-Jenis ADHD pada Anak (Pertemuan 1)
Kak
Yogi Kusprayogi, M.Psi, Psikolog
ADHD
➡️ Attention Deficit
Hyperactivity Disorder
Sebelum memahami apa itu ADHD, ADHD juga dapat terjadi pada orang dewasa, kenapa? Karena tidak tuntas dengan masa lalunya yang sebelumnya.
ADHD adalah kondisi anak dengan perhatian yang buruk (tidak sesuai dengan usianya), serta memiliki hiperaktivitas dan impulsivitas tidak sesuai dengan usianya. (Kaplan, 1994)
Ada tiga kondisi anak yang mengalami ADHD:
- Perhatian
- Hiperaktif secara motorik
- Impulsif secara kognitif (pikirkannya)
Ciri anak yang impulsif, dia tidak dapat merespons sesuatu dengan baik. Ketika dia mendengar orang bicara, dia mudah memotong pembicaraan orang lain dan menjawab-jawab pembicaraan orang.
Ketika orang tua tidak mengetahui kondisi ADHD terhadap anaknya, seringkali orang tua dan anak mendapatkan pengucilan dari lingkungannya akibat perilaku sang anak di sekolah atau di lingkungannya.
Dampaknya
orang tua jadi memarahi anaknya hingga memberikan hukuman kepada anak atas
perilakunya yang sulit diatur. Sehingga dengan anak dengan ADHD sering
mendapatkan penanganan yang kurang tepat dan membuat mereka memilki masalah
psikologis di usia berikutnya.
Kondisi ADHD tidak tertangani akan menyebabkan bertambahnya masalah lainnya di kemudian hari.
Hiperaktif
dan Overaktif itu berbeda.
Hiperaktif
adalah kondisi dimana anak sibuk dengan aktivitas tanpa tujuan tertentu,
sehingga menunjukkan perilaku motorik yang berlebihan.
Sedangkan overaktif adalah, kondisi anak sibuk dengan aktivitas namun memiliki target dan pencapaian teretntu. Misalnya bermain dengan tema masakan, aktivitas kejar-kejaran, petak umpet, dan lainnya.
Anak dengan ADHD memiliki hambatan dalam jaringan otak yang bekerja fungsi monitoring dan kontrol diri anak. Anak kehilangan regulasi dirinya. Maka hal ini mengganggu fungsi otak dalak pemeliharaan perhatian.
ADHD
dibagi menjadi 3 jenis :
- Tipe Kombinasi➡️ Gejala inatensi (tidak fokus), impulsivitas, dan hiperaktivitas.
- Tipe Predominan Inatetif ➡️ Gejalan inatentif lebih banyak dari gejala hiperaktivitas impulsivitas. Contohnya suka lupa, mudah lupa nama, lupa dengan kegiatan yang dia lakukan.
- Tipe Perdomunian Hiperaktif ➡️ Impulsif : Sub tipe bisa ditegakkan apabila ada 6 atau lebih gejala hiperaktif-impulsivitas dan kurang 6 gejala inatensi muncul selama 6 bulan.
Ciri-ciri ADHD inatentif (sulit perhatian) antara lain :
- Sering gagal memberikan perhatian terhadap perincian atau melakukan kesalahan karena tidak berhati-hati dalam mengerjakan tugas, pekerjaan atau aktivitas lain.
- sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan atensi (perhatian) terhadap tugas atau aktivitas permainan.
- Sering tidak tampak mendengarkan jika berbicara langsung.
- sering tidak mengikuti instruksi atau gagal dalam menyelesaikan tugas sekolah atau bahkan tidak paham dengan intruksi.
- sering mengalami kesulitan dalam menyusun tugas dan aktivitas.
- sering menghindari, membenci, atau enggak untuk terlibat dalam tugas uang memerlukan usaha pemusatan lama (PR misalnya)
- sering menghindari hal-hal yang perlu untuk tugas atau aktivitas (misalnya untuk sekolah; buku, pensil, mudah kehilangan sesuatu)
- sering mudah dialihkan perhatiannya oleh stimulus dari luar
- sering lupa dalam aktivitas sehari-hari.
Ciri-ciri ADHD hiperaktif, adalah :
- sering gelisah dengan tangan dan kakinya. Kalau duduk suka menggeliat-geliat di tempat duduk.
- sering meninggalkan tempat duduk di kelas atau dalam situasi lain dimana harapannya tetap tenang.
- sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan dalam situasi yang tidak tepat.
- sering mengalami kesulitan bermain atau terlibat dalam aktivitas waktu luang secara tenang.]sering terburu-buru atau seokah ada tenang pendorong untuk segera.
- sering bicara berlebihan.
Kemudian ciri-ciri ADHD impulsif, antara lain :
- sering menjawab tanpa berpikir terhadap pertanyaan (seperti mengeluarkan tanpa berpikir)
- sulit menunggu giliran (antrian)
- sering memutus atau mengganggu orang lain (memotong pembicaraan, pembahasan pembicaraan tidak runut dan sebagainya) atau menyela orang.
Faktanya, beberapa masalah yang muncul di lingkungan anak ADHD adalah;
- aktivitas motorik yang berlebihan
- menjawab tanpa ditanya
- menghindari tugas
- kurang perhatian
- tidak mampu menyelesaikan tugas secara tuntas
- bingung terhadap intruksi (arahan)
- disorganisasi aktivitas
- tulisan yang sangat jelek
- masalah-masalah sosia
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar