Bukan Konsultasi Menikah
Bukan Konsultasi Menikah
Bismillahirrahmanirrahim
| hasil beberapa reply story ig |
Apakah ini sesuatu yang mengejutkan? menurutku sih tidak. Ini sudah menjadi hal yang biasa. Kenapa? karena sekarang berita yang menjadikan 'Marriage is Scary' udah banyak tersebar dimana pun. Adanya berita perselingkuhan, kasus KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), adanya suami yang melakukan pinjol sampai tidak menafkahi keluarga, dan banyak lagi permasalahan lainnya yang terlihat di masyarakat.
Lucunya, berita-berita keburukan seperti ini cepat trendingnya dibanding dengan berita yang lebih berfaedah. Padahal apa sih hikmah yang bisa diambil dari berita ini? Lebih baik kita melihat pernikahan orang yang baik diluar sana. Masih banyak kok yang pernikahannya baik-baik saja insyaAllah. Namun perlu digarisbawahi juga, jangan sampai dengan melihat pernikahan orang yang mulus dan baik, kita jadi minder, atau malah menjadikan mereka sebagai role model dalam pasangan idaman di kehidupan kita. Cukup Rasulullah saja menjadi role model kita dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini. Jangan sampai kita tersilaukan dengan pernikahan orang-orang yang hanya tampak dari luar saja.
Pun dibalik keresahan orang-orang tentang pernikahan, aku juga merasakan keresahan dibalik keresahan itu. Lah gimana maksudnya? Keresahan orang-orang terhadap pernikahan itu kan karena mereka melihat apa yang terjadi di lingkungannya, nah informasi yang masuk kepada mereka adalah hal-hal yang tidak baik, sehingga outputnya mereka memiliki pemikiran yang dikhawatirkan tadi akan terjadi. Faktornya keresahan mereka dapat diartikan karena informasi yang mereka dapat. Dan faktor keresahan yang saya rasakan itu merupakan informasi-informasi yang tersebar ini. Misalnya seperti perselingkuhan, jika di negeri kita tidak ada berita perselingkuhan yang dibesar-besarkan, insyaAllah ketakutan seseorang untuk menikah akan berkurang. Belum lagi dengan adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini yang membuat orang tutup mata ketika membahas tentang pernikahan ideal, seakan-akan dunia ini isinya hanya lah perceraian dan kekerasan.
chat seorang teman yang takut karena belum berdamai dengan luka pengasuhan |
Daripada kita hanya berputar-putar pada sesuatu yang disukai setan, lebih baik mari kita open minded. Mari lebih membuka pikiran kita terkait hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Menikah merupakan fitrah kita sebagai manusia, sunnah dari Rasulullah Shallallahu 'alahi wassalam, sebuah ibadah terpanjang, dan penyempurnaan separuh agama. Menikah juga sebagai suatu perjanjian yang kokoh dan suci (mitsaqon ghalidza).
| bukan buka jasa konsultasi |
Sederhananya saja, kenapa kita harus takut jika kita belum menjalaninya? Kalau ditanya kapan siap, maka tidak akan ada kata siap. Pasti akan ada saja alasan-alasan yang muncul dalam hati kita. Ingatlah bahwa rasa was-was itu datangnya dari setan lho.
Benar bahwa ilmu dan persiapan menikah itu penting. Maka sebelum mengarungi bahtera rumah tangga, datangilah kajian-kajian pranikah, ikut kelas parenting atau persiapan menjadi istri dan ibu, dan kegiatan apa pun yang dapat mengembangkan pengetahuan tentang pernikahan. Setidaknya ketika menikah nanti tidak merasa ambigu dan tangki ilmunya tidak kosong.
Seperti pesan Allah dalam Al-Qur'an surah Al-Insyirah ayat 7, "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."
Maknanya, life must go on. Setelah satu urusan, kita akan menghadapi lagi nih urusan-urusan lainnya. Ya begitu lah dunia, kalau kita mau berhenti dan menyelesaikan semuanya, ya bukan di dunia tempatnya.
Teman-teman, rasa khawatir itu hal yang wajar. Ga apa-apa kamu takut, kamu tidak sendirian menghadapinya. Tapi kita harus ingat, waktu akan berjalan, roda terus berputar, bukan saatnya kita termenung dengan kebingungan yang tidak berkesudahan. Beranjaklah dari rasa takut itu, jangan sampai berlebihan. Luruskan niat kembali, persiapkan dengan sebaik-baiknya persiapan. InsyaAllah akan Allah mudahkan setiap langkah dan pilihan kita.
Barakallahu fiik, semangat!
| Ditulis ba'da shubuh, 03 Oktober 2024
Komentar
Posting Komentar