20 Jalan Pintas Wanita Menuju Surga [1]

Bismillahirrahmanirrahim

Syameela series, kelas Ustadz Oemar Mita yang bertema 20 Jalan Pintas Menuju Surga sangat menjadikanku tersadar akan banyak hal fitrah sebagai seorang wanita sesungguhnya.

flyer kelasnya

Banyak hal yang menyadarkanku bahwa Allah menciptakan wanita dengan luar biasa, memberikan jalan menuju surga dengan tahapan yang insyaAllah bisa kita jalani dengan niat lurus karena Allah Ta’ala, sebab kembali lagi bahwa jalan yang diberikan sesuai dengan fitrahnya wanita. Itu lah sebabnya wanita dan laki-laki itu memang berbeda, tidak bisa disamakan dari segi perbuatannya, sifat, fisik, cara berpikir, serta kepribadiannya, kecuali dari segi tingkat takwanya sebagai manusia. Ya, saling berlomba untuk melakukan kebaikan.

Maka, aku ingin berbagi sedikit apa yang telah aku pahami dan pelajari dari kelas intensif bersama Ustadz Oemar Mita kemarin.

Bismillah,

Pertama adalah Akidah Salimah, akidah yang benar.

Akidah merupakan gerbang utama. Jagalah akidah dan tauhid sehingga menghindari kekufuran dan kesyirikan. Amalan kita adalah busur dan akidah kita adalah anak panahnya, maka jika amalan kita benar maka anak panahnya (anak panah) juga akan mendarat pada yang benar.

Jangan mudah menukar tauhid dengan apa yang ada saat ini, denga napa yang viral, dengan apa yang trend, jika itu dapat merusak akidah kita. Sesungguhnya akidah dan tauhid yang ada dalam hati dan jiwa kita lebih mahal daripada kesyirikan yang ada saat ini (seperti ramalan, zodiak). Sebab ibadah kita (sholat) akan hangus jika kita menjadi pelaku kesyirikan.

Perhatikan lah penjagaan kemurnian tauhid dan akidah kita. Bentuk penjagaan akidah dan tauhid kita terdiri dari 4 perkara, yakni

  1. Dia tidak berdoa kecuali hanya kepada Allah semata
  2. Berupaya kepatuhan dan ketaatan hanya pada Allah Ta’ala
  3.  Nilai tauhid terletak pada sebuah komitmen yang niatnya karena Allah, bukan karena pujian manusia
  4.  Pastikan jika seseorang yang tauhidnya benar, dia mencintai sesuatu karena Allah. Mencintai suaminya karena Allah, mencintai anaknya karena Allah

Jangan mudah FOMO dan mengikuti arus di dunia kita saat ini, jaga diri kita, dan jaga keimanan kita dengan membatasi yang tidak perlu.

Ihtisab => mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala.

Jalan pintas wanita masuk surga dengan pertahankan akidah dan tauhid kita, kerjakan segala sesuatu dengan ikhlas dan mengharapkan karena Allah Ta’ala (ihtisab)

Kedua adalah, senantiasa Ridha dengan ketetapan yang telah diberikan kepada kita (takdir).

Bersabar dengan ujian yang dialami. Wanita itu cepat sekali terpengaruh dengan apa yang terjadi disekelilingnya.

Dalam track menuju surga bagi perempuan, yang ketiga adalah, senantiasa bertobat kepada Allah dalam keadaan apa pun dan mensucikan dirinya. Bukan wanita yang merasa suci dan paling benar, tapi wanita yang merasa kurang, tahu bahwa dalam hidupnya memiliki kekhilafan, lalu dia kembali dan memperbaharui tobatnya kepada Allah disetiap perjalanannya.

Wanita yang sadar dengan kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, hingga akhirnya dia bertobat, itu lah wanita yang mendapatkan Rahmat dari Allah.

Sifat Allah, Ghofur, Maha Pengampun. Seberat apapun berat dosa kita, Allah memiliki ampunan yang besar kepada kita. Maka sebesar dan sesering apa pun kita melakukan kesalahan, pintu ampunan Allah lebih besar kepada kita.

Meneteskan air mata karena menangis atas dosa dan kemaksiatan yang diperbuat lebih mulia daripada bersedekah. Air mata yang takut kepada Allah adalah air mata yang mahal.

Track keempat dalam jalan pintas menuju Surga bagi perempuan adalah, senantiasa menjaga prasangka baiknya kepada Allah.

Rahmat Allah lebih besar daripada murkanya, sifat raja’ harus lebih besar dari rasa takut (khauf) kepada Allah. Apa itu raja’? raja’ adalah rasa harap pada Allah.

Berhusnudzon kepada Allah untuk mengharapkan keberkahan dan Rahmat dari sisi-Nya. Berharap lah supaya selamat dalam kehidupan menuju akhirat.

Sifat kelima, seorang wanita yang senantiasa hadir secara utuh dengan berdzikir kepada Allah. Jari-jemari kita akan berhadapan didepan Allah nantinya. Dzikir dapat menjadi energi kita dan kekuatan dalam meringankan pekerjaan rumah.

Tapi saat ini perempuan sering menghibur dirinya dengan musik, melodi, atau nonton drakor daripada berdzikir atau membaca Al-Qur’an. Padahal musik hanya menjadi entertain tanpa feedback pada diri kita.

Yang membuat kita sedih adalah setan, maka dengan berdzikir hati kita akan menjadi tenang dan jauh dari hasutan setan.

Dzikir adalah amalan yang besar, jauh dari keutamaan berkuda dan berdzikir. Sesungguhnya dzikir itu merupakan amalan yang sangat besar. Sebagaimana dalam surah Al-Ankabut ayat 45.

Keenam adalah menjaga rahasia dan aib suaminya. QS Al-Baqarah ayat 187, seorang suami adalah pakaian bagi istri dan istri menjadi pakaian bagi suaminya. Artinya adalah pakaian itu berfungsi untuk menutup aurat, maka fungsinya adalah menjaga diri kita untuk tidak memperlihatkan auratnya atau aib-aibnya. Siapapun yang mengumbar rahasia suaminya, maka dia akan mendapat dosa besar.

“Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat” [HR. Muslim]

Yang ketujuh jalan pintas menuju surga bagi wanita adalah sifat bersyukur kepada suaminya. Ini lah seorang wanita yang paling tinggi memetik rahmat ketika dia menjadi orang paling bersyukur terhadap suaminya.

Tidak lah sebuah rahmat dari Allah beebanding lurus dengan surga-Nya.

Ada tiga komponen bersyukur, yakni :

  • syukur itu menambah ketaatan kita, bukan hanya dari lisan namun berupa komitmen kita menjalankannya
  • bersyukur kepada orang yang pernah melakukan kebaikan kepada kita
  • kalau kita seorang wanita, dan belum menikah, syukurnya tidak akan diterima jika dia tidak berterima kasih pada orang tuanya. Tapi jika sudah manikah, syukurnya tidak akan diterima jika dia tidak berterima kasih pada suaminya.

Dzikir pagi adalah sunnah, sholat dhuha adalah sunnah, tapi bersyukur kepada suami adalah sebuah kewajiban.

4 keutamaam yang Allah berikan jika perempuan bersyukur:

Pertama rahmat Allah besar kepada perempuan yang bersyukur, kedua akan diberikan kebaikan kepada anak-anaknya jika dia bersyukur pada suaminya, ketiga Allah akan memberikannya ketenangan dalam kegelisahannya, keempat Allah akan memberikan keberkahan rezeki melalui suaminya, suaminya akan melejit lebih baik lagi.

Bagaimana realisasi perempuan telah bersyukur kepada suaminya:

  • Pertama, menambah penghormatannya kepada sang suami. Dia akan ta'zim dan respect tanpa ada kontekstional didalamnya.
  • Kedua, mengurangi menggerutu dan complaining kepada suaminya. Ingat bahwa takdir finansial dan materi itu dari Allah. Ikhtiar yang kita lakukan, tetaplah Allah yang akan memberikan hasilnya.
  • Ketiga, akan menutupi kekurangan suaminya dengan mendoakannya, menasihati dengan baik, disampaikan dengan sopan.
  • Keempat, bersabar dengan apa yang ia hadapi pada suaminya. Kekurangan dan kelebihan seseorang pasti ada, maka terima dan bersyukur lah.
  • Kelima, setelah bersabar secara maksimal, dia akan memberi maaf kepada suaminya ketika suaminya memiliki kesalahan didalam rumah tangga. 
InsyaAllah akan di next pada postingan part II 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home