20 Jalan Pintas Wanita Menuju Surga [3]

Bismillahirrahmanirrahim

Berikut lanjutan catatan dari kelas intensif syameela series dalam serial 20 Jalan Pintas  Wanita Menuju Surga.

Sifat ketujuh belas jalan menuju surga bagi wanita adalah, wanita yang memegang erat kekerabatan dan silaturahmi.

Tidak ada perkara yang paling baik, diantara 3 perkara : 

  •  memiliki lisan yang senantiasa mengingat Allah
  •  qalbun syakirun, hati yang selalu bersyukur kepada anugerah yang sedikit,maka Allah akan menambahkan kualitas anugerah tersebut
  • menjadi wanita yang membantu suaminya dalam jalan keimanan.

Dosa besar wanita ketika dalam keluarga membiarkan terjadinya pemutusan silaturahmi tanpa berusaha untuk menyambungnya kembali.

Jangan sampai kita dikenal baik oleh teman kita, dikajian, disosmed, tapi malah putus silaturahmi dengan saudara dekat, misalnya bibi, paman, kakek, nenek dsb.

Apa yang harus dilakukan sebagai wanita untuk menyambung silaturahmi:

  • Mempelajari nasab keluarganya dan nasab suaminya. Jangan memutus tali kekerabatan, tetaplah dekat dan mengenal saudara-saudara kita.
  • Menyampaikan dan mengondisikannya kepada anak siapa saja saudara-saudaranya agar dia mengenal serta tetap menyambung tali silaturahmi.
  •  Menyapa, memberi hadiah, membantu kerabat kita.
  • Menjaga silaturahmi dengan menyambungnya. Jika ada keluarga yang mau memutuskan kekerabatan dengan kita, kita harus tetap berusaha untuk mempersatukannya. Tetap memberikan terbaik dengan niat karena Allah Ta'ala.
  •  Jika sudah berbuat kebaikan dan bersilaturahmi dengan baik, maka saudara kita akan memberikan testimoni atau pun mengatakan bahwa kita adalah keluarganya yang baik. Yaitu dengan pengakuan. Jika saudara mengatakan kita belum baik, berarti masih ada yang salah dengan kita dalam bersilaturahmi

Sifat kedelapan belas adalah, wanita yang memiliki hati yang penuh kelembutan. Wanita yang memiliki kelembutan kelak akan mendapatkan rahmat dari Allah, sebab dengan kelembutannya wanita akan mendapatkan jalan menuju surga. Jangan sampai hilang kelembutan kita karena sebuah perkara.

Ada beberapa anasir yang penting diperhatikan tentang kelembutan, yakni:

  •  Bersabar. Kenapa sabar dengan keluarga lebih berat? Karena menghadapi keluarga lebih sering dan hampir setiap waktu, sehingga butuh hati yang ekstra menerimannya.
  • Hilang kelembutan hingga muncul sifat kerasnya. Sesungguhnya jika menyikapi dengan tutur kata yang salah, nanti akan berujung yang tidak diharapkan.
  • Wanita yang lembut adalah pemenang. Wanita yang lembut lagi sabar, dia tidak pernah kalah, juga tidak pernah hina. Sabar dalam taat itu paling besar kedudukannya disisi Allah. Terus lah memberikan kelembutan, mengingatkan dengan baik.

Sifat yang kesembilan belas untuk wanita meniti jalan pintas menuju Surga adalah, memiliki hati yang penuh dengan Rahmat, menjaga hubungannya dengan wanita yang shalihah, dan berupaya dekat dengan teman-teman yang shalih dan taat kepada Allah.

Standar paling minim, peganglah 40 teman yang shalih dan taat kepada Allah, sebab Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya." (HR. Muslim)

Ada teman yang dapat menjadi vitamin, obat, penyakit, bahkan menjadi racun. Yang menjadi racun, tidak akan dia dekati. Yang menjadi penyakit, akan mulai dikurangi, tapi tetap jaga silaturahmi.

Sifat yang kedua puluh menjadi puncak menuju surga, adalah memiliki keinginan tertinggi menyenangi suaminya dengan wajahnya.

Modal ingin mencapai surga tertinggi itu mahal, maka dia selalu berusaha untuk menggapai surga itu dengan wajah yang menyenangkan kepada suaminya.

Yang paling menjadi tenteram bagi suami adalah memandang wajah istrinya.

Menyenangkan tidak harus cantik, nabi tidak mengatakan wanita yang cantik tapi menyenangkan. Menyenangkan itu bisa jadi wanita yang lembut, humoris, atau pun tidak bermuka masam.

  • Jangan meributkan hal-hal kecil. Jangan sampai perkara kecil membuat wajah kita bermuka masam dan tidak menyenangkan dihadapan suami.
  • Jangan menjadikan pernikahan sebagai ibadah transaksional, maksudnya jangan menyenangkan suami karena ingin disenangkan oleh suaminya juga. Ingin mendapatkan feedback.
  •  Jaga wajah kita semampu kita. Dengan mejaga kesehatan, merawat dengan perawatan terbaik, memberikan pengharuman, dan membersihkan semuanya.

Seperti kisah Rasulullah yang pulang dari Gua Hira dengan keadaan takut. Bunda Khadijah memberikan wajah yang menyenangkan dan menenangkan Rasulullah SAW. Bukan memberikan wajah yang masam dan marah terhadap beliau. Begitu lah seharusnya kita menjadi seorang perempuan yang menenangkan bagi suaminya.

Tersenyumlah, bergurau, lembut, dan bersabarlah , pun juga miliki humor yang baik dengan suaminya.


_____________________________________________

Barakallahu fiikum, semoga catatan ini bermanfaat untuk kita. Pun juga semoga Allah mampukan kita menjadi muslimah yang menjalankan dua puluh jalan pintas menuju surga ini dengan ikhlas dan penuh ikhtiar karena Allah.

Aamiin Allahumma aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home