Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى

 📝Agar Ibadah Kita Sah dan Berpahala | Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. حفظه الله تعالى

Akan membahas :

  •  Makna ibadah  
  • Syarat diterimanya ibadah 
  • Penjelasan tentang ikhlas
  • Penjelasan tentang ittiba'
  • Penghapus pahala amalan

  1. Makna ibadah, Ibadah adalah hal yang dicintai oleh Allah dan diridhoi perbuatan tersebut.

Ibadah harus berdasarkan dalil. Tidak bisa melalui mimpi, tidak cukup dengan prasangka, atau 'katanya'

Ibadah ada dua : Ibadah murni  yang murni ibadah (mahdhah) dan tidak murni (ghairu mahdhah)

Ibadah mahdhah adalah ibadah yang tidak dapat dicari-cari bagi akal. Contoh ibadah mahdhah adalah sholat wajib, puasa di bulan ramadhan, 

Kedua ibadah ghairu mahdhah, ibadah yang mengandung unsur ibadah dan disisi lain dia tidak mengandung unsur ibadah. Ibadah ini tampak oleh manusia, sehingga bisa dikatakan perbuatan non ibadah. Dia dinyatakan ibadah jika disertai dengan niat yang shahih

Contohnya adalah makan. Kita akan makan dengan niat agar ibadah lebih semangat. Kita makan agar menjadi sehat. Maka itu termasuk ibadah ghairu mahdhah.  Begitu pun jika kita bekerja, dengan niat untuk melakukan kebaikan maka ini termasuk ibadah. 

2.  Bagaimana agar ibadah kita sah dan berpahala?

Di QS Al-Hud ayat 7, menjelaskan tentang amalan yang sah dan berpahala. Amalan yang akan diterima adalah amalan yang ikhlas dan benar. 

Amalan itu, bila dia ikhlas tapi tidak benar maka tidak akan diterima. 

Apa maksudnya amalan yang ikhlas dan benar?

Makna ikhlas adalah, amalan yang dengan niat hanya karena Allah. Dan dikatakan benar jika menjalankannya sesuai sunnah nabi Shallallahu 'alaihi wasallam atau Ittiba'.

✨Penjelasan syarat pertama: Ikhlas. 

  • Ikhlas ➡️ Meniatkan amalan hanya untuk Allah semata. 
  • Orang yang dikatakan ikhlas, jika amalannya hanya dipersembahkan untuk Allah Ta'ala, bukan untuk selainnya. 
  • Orang yang dikatakan ikhlas, jika amalan yang dia lakukan bukan karena ingin dilihat oleh orang. Setiap amalan diniatkan hanya untuk Allah. Innamal a'malu binniyat. 
  • Pamer beda dengan riya'. Misalnya ketika jalan-jalan, lalu berfoto dan di upload ke sosmed. Maka ini termasuk pamer, bukan riya'. 

✨Syarat kedua: Ittiba' (mengikuti sunnah nabi)

  • Amalan yang dilakukan bukan lah amalan bid'ah. Jika amalan bid'ah, maka tidak diterima amalannya. 
  • Siapa yang membuat agama baru atau amalan baru yang tidak ada tuntunannya, maka akan tertolak amalan tersebut. 
  • Apa itu bid'ah? ➡️ Bid'ah adalah sebuah metode beragama/ ritual agama yang baru dan diada-adakan tanpa ada tuntunan dan contoh oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Dimana tujuan metode ini untuk mendapatkan pahala. Contohnya: perayaan maulid nabi. 
  • Untuk Ittiba', ibadah yang dilakukan harus memenui syarat dan rukunnya. Kita diperintahkan mengikuti bagaimana nabi shalat, agar shalat kita sah. Jika syarat dan rukunnya tidak terpenuhi satu saja, maka ibadahnya tidak sah. 
  • Apa beda syarat dan rukun? Syarat terletak diluar ibadah, contohnya wudhu. Sedangkah rukun terletak didalam ibadah, contohnya sujud.
  • Ketiga, agar amalan Ittiba', amalan harus dilaksanakan sesuai dengan tata cara Rasulullah. Sesungguhnya didalam diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik. Hanya Rasulullah lah yang menjadi contoh kita dalam beribadah kepada Allah.

Ada hal-hal yang bisa menghapus amalan ibadah shaleh , diantaranya :
  1. Beramal dengan riba
  2. Mengungkit-ungkit sedekah atau pemberian 
  3. Meninggalkan sholat ashar. Dalam hadist dinyatakan, siapa yang meninggalkan sholat ashar maka aka dihapus amalannya
  4. Selanjutnya adalah, kesyirikan. 
  5. Minum khamr dan datang ke dukun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home