Warisan Paling Indah
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini, saat aku berada di
taman dengan Kang Suami dan Aqsha, hatiku terasa hangat sekali. Tiba-tiba,
kenangan masa kecil menyeruak—aku ingat betul bagaimana Ayah dan Ibu sering
membawa kami pergi jalan-jalan, bahkan untuk hal-hal kecil seperti keliling
kota menaiki sepeda motor di sore hari, pergi ke taman kota, mengunjungi toko
buku, bahkan menemani kami berenang.
Momen-momen itu sederhana, tapi
sangat berkesan. Aku tumbuh dalam keluarga yang suka menjelajah, yang percaya
bahwa kebersamaan itu akan menjadi sebuah makna yang tidak terlupa. Dan
mungkin, dari situlah aku mulai jatuh cinta pada "jalan-jalan" bersama
orang tersayang.
Sekarang, aku pun mengusahakan begitu
pada Aqsha dan Kang Suami. Aku suka membawanya keluar rumah, memperkenalkannya
pada dunia, membuka jendela pengalamannya sejak dini. Entah itu main di taman, atau
sekadar jalan kaki sore keliling lingkungan. Aku ingin dia merasakan hangatnya
kebersamaan, serunya petualangan kecil, dan tumbuh dengan banyak kenangan manis
seperti yang aku miliki dulu.
Lucu ya, bagaimana kenangan masa
kecil bisa memengaruhi cara kita menjadi orang tua.
Dan aku bersyukur, Allah
takdirkan aku lahir di keluarga yang menghargai kebersamaan lewat perjalanan.
Karena sekarang, aku bisa meneruskan kebiasaan indah itu kepada Aqsha. Semoga
kelak, dia pun tumbuh menjadi pribadi yang menghargai waktu bersama, yang
melihat dunia dengan penuh rasa ingin tahu, dan yang menyimpan banyak kenangan
hangat bersama Ummanya.
Alhamdulillah.
— Medan, 13 April 2025
Komentar
Posting Komentar