Rahasia Waktu Kecil

Saat Abah sudah bisa naik motor, hampir setiap sore beliau mengajakku jalan-jalan. Kadang kami pergi ke lapangan olahraga, ke pasar, atau sekadar berkeliling di sekitar rumah.

Suatu sore, Abah membawaku ke daerah belakang rumah warga, kawasan kebun-kebun yang sepi. Aku menyebut momen itu sebagai turbo, karena Abah biasanya ngebut di jalanan tersebut. Rasanya seru sekali!

Namun, pada suatu ketika, aku terjatuh. Badanku terseret dari atas motor, sementara tanganku masih berusaha menggenggam motor yang melaju. Abah pun belum sadar, masih saja menggas motornya.

Kakiku cukup banyak terluka, terkena duri-duri di pinggir jalan kebun. Alhamdulillah, lukanya cepat pulih dan tidak meninggalkan bekas.

Setelah kejadian itu, aku dan Abah sepakat untuk tidak menceritakannya kepada Mama dan Ayah. Tapi seiring berjalannya waktu, saat kami sudah dewasa, kisah ini akhirnya menjadi bahan obrolan keluarga yang penuh tawa.

Ah, sungguh kenangan masa kecil yang luar biasa~


#tautannarablog #day28

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home