Lagu Tidak Berkaki dan Bertangan
"Ada sebuah benda… hanya mengangguk saja… tidak berkaki, tidak bertangan, tetapi dapat berjalan… kikuk… kikuk…"
Begitu potongan lirik itu terdengar, ingatanku langsung melompat jauh ke masa kecil. Lagu itu bukan sekadar irama dan kata—ia adalah pintu yang membawaku pulang ke ruang tamu rumah kami, di mana adikku, haikal namanya, ia duduk manis di depan tv yang sedang memutar video dengan lagu anak-anak kesukaannya. Matanya tampak berbinar senang, tubuhnya ikut bergoyang pelan mengikuti nada.
Waktu itu, lagu anak-anak masih menjadi teman bermain yang setia. Ada banyak lagu yang kami dengar, tapi entah mengapa lagu "kikuk kikuk" ini selalu menempel paling kuat di ingatan. Mungkin karena nadanya ringan dan lucu, atau mungkin karena kami selalu menirukan gerakan "mengangguk" saat lagu itu diputar. Ah lucunya. Sembari juga saling menebak apa yang dimaksud dari lagu tersebut.
Adikku akan memutarnya berulang-ulang, sampai Mama tersenyum sambil berkata,"Lagu itu terus yang kalian ulang-ulang ya." Entah kenapa, meski bukan lagu favoritku, aku ikut hafal lagu itu.
Sekarang, bertahun-tahun kemudian, aku jarang mendengarnya lagi. Tapi di dalam kepalaku, potongan liriknya tetap hidup. Dan setiap kali terngiang, aku bisa merasakan kembali aroma rumah kami, tawa Mama, dan wajah adikku yang masih kecil—duduk di lantai dengan semangat yang tak pernah habis.
Adikku juga sudah bukanlah anak kecil lagi. Ia sudah tumbuh berproses menjadi anak remaja yang tangguh.
Lagu ini mengajarkanku satu hal: kenangan indah seringkali tersimpan dalam hal-hal sederhana. Kadang, yang kita butuhkan hanyalah sebuah lagu, untuk pulang sebentar ke masa yang tak akan pernah kembali.
Btw, kalian ada yang tahu lagu yang aku maksud kah?
#day9 #tautannarablog #temamasakecil
Komentar
Posting Komentar