Arsenalnya Kamu Apa?

 

Palestine will be free, InsyaAllah

Cukup membuatku bingung dengan tema tulisan kali ini.

Challenge dari salah satu peserta #TautanNarablog, kami akan menulis dengan tema Arsenal.

Hah gimana maksudnya? Jadi, Arsenal ini artinya adalah gudang senjata. Maka, para peserta bebas menulis dengan tema yang berhubungan dengan “Gudang Senjata”.

Untuk membuat tulisan ini pun aku jadi teringat dengan Palestina. Ya, saudara kita yang sedang terjajah oleh orang zi0nis laknatullah.

Kalian tahu, senjata yang digunakan ketika orang-orang Palestina diserang oeh penjajag memang tidak sehebat alat perangnya mereka. Namun, do’a yang dipanjatkan oleh mereka itu merupakan senjata terbesar yang tidak bisa ditandingin oleh senjata apapun yang mereka gunakan.

Dan hebatnya, masyarakat Palestina tak gentar, mereka tidak takut, bahkan terus maju untuk melawan mereka. Malam-malam harinya anak Palestina dipenuhi dengan Al-Qur’an, Sholat malam tidak ditinggalkan meskipun kondisi mereka yang sedang tidak baik-baik saja.

Bukan kah seharusnya kita juga harus begitu? Terus maju untuk mendukung kemerdekaan bangsa Palestina? Bukan kah seharusnya kita terus lantang bersuara untuk memihak Palestina?

Jangan sampai kita tergoyahkan dengan kenikmatan yang berhujung pada minimnya rasa kemanusiaan kita, bahkan hilangnya keimanan atas kesakitan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita.

Tetaplah bersuara, tetaplah buycut produk yang mensupport para zi0nis itu, dan tentunya do’akanlah kemerdekaan atas negeri itu. Bisa membantu mereka dengan memberikan donasi yang kita mampu. 

Terakhir, aku teringat dengan solusi terbaik yang disampaikan oleh Ustadz Dzikrullah (Penggagas ISA) , yakni “Kita butuh Umar bin Khattab Solution dan Shalahuddin Al Ayyubi Solution”, maknanya apa? Palestina akan merdeka dibebaskan oleh pejuang-pejuang islam yang nantinya dipimpin dengan seorang pemimpin berada dalam naungan pemerintahan yang menegakkan islam secara kaffah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home