Menstrual cycle and emotions
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini aku belajar sebuah hal baru yang aku ketahui mengenai menstrual cycle and emotions, bahwa semua hal yang kita rasakan, segala ke-overthingking-an saat menstruasi merupakan bentuk komunikasi kita dan terkoneksi dengan diri sendiri.
Marah saat menstruasi adalah bentuk "melindungi" diri kita sendiri. Gimana? Kok bisa? Karena saat marah kita berada dalam sebuah fase kontemplasi (contemplation phase). Karakteristik fase ini salah satunya adalah emotion revealed (mengungkapkan emosi), termasuk didalamnya marah, kesal, dan emosi lainnya. Namun ternyata bentuk emosi yang keluar adalah cara kita melindungi diri kita sendiri.
Marah dapat muncul sebagai cara untuk menetapkan batasan (boundaries), terutama ketika tubuh sedang merasa lemah atau tidak nyaman. Pada saat seperti ini, perempuan memang akan cenderung lebih sensitif terhadap ancaman, baik secara fisik maupun emosional. Nah perubahan emosi ini dapat menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan kebutuhan tubuh, seperti istirahat, nutrisi, dan perawatan diri.
Craving sendiri atau melakukan hal-hal yang diidamkan saat menstruasi adalah petunjuk bahwa kita telah mengabaikan diri kita. Seringkali kita menormalisasikan ketika haidh untuk memakan makanan yang manis, ingin mengemil, rasanya lapar terus ingin makan orang *eh, padahal guys... tanda keingin kita itu tuh bukan semata-mata mau makan-makanan ultra process food terus!
![]() |
| tanda-tanda dari keinginan kita |
So, what can we do if our menstruation irregular?
- Perbaiki kualitas tidur (sedikit tidur & kebanyakan tidur), tentukan waktu tetap untuk tidur dan matikan lampu (kondisi gelap)
- Terapi cahaya: beri paparan cahaya matahari 2500-10000 lux (30-60 menit setelah waktu syuruq) ke mata selama 21 hari - 3 bulan.
- Bergerak (olah tubuh) sesuai fase
- Better to, sesuaikan makan dengan fase
- Mendekatkan diri dengan alam (mencari bunga, memandang warna langit, dsb)
- Membangun persahabatan antar sesama perempuan.
So, bu-ibu, akhwatifillah sekalian. Menstruasi adalah berkah bagi kita muslimah. Mari kita mensyukurinya dengan hidup selaras sesuai ritmenya. Hadirkan kehidupan yang memungkinkan perempuan untuk menjalani sesuai fitrahnya.
Allah menyampaikan penjelasan tentang haidh dalam Al-Qur'an sebagai berikut, "Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah, 'Itu adalah sesuatu yang kotor.' Maka jauhilah wanita saat haidh dan jangan dekati mereka sampai mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka sesuai dengan yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri." (QS Al-Baqarah : 222)
Dimana dalam kelas menstrual ini, Kak Zya menyampaikan bahwa Allah begitu mencintai kaum hawa, bahkan dalam ayat ini terkandung pesan agar perempuan mensucikan dirinya fisik serta batin. Kenapa juga membersihkan batin? Sebab tanpa sadar, ketika kita sedang menstruasi kerap kita merasa si paling kuat dan mampu menghadapi semua.
Padahal kembali lagi, ada fase kontemplasi yang kita butuhkan untuk istirahat. Tak jarang ungkapan orang-orang di luar sana menyakiti perasaan kita, "Meskipun haidh jangan lemah!", "Tetap kerja dan produktif dong walaupun sedang haidh! jangan malas-malasan!", nyatanya memang begitu kondisi yang kita rasakan. Jangan malu untuk rehat. Jangan ragu untuk mengumpulkan energi kembali setelah emosi sudah stabil dan kembali pada fase 'inspiring phase' nya perempuan.
![]() |
| Inspiring phase, contemplation phase, and first 2 day menstruation phase |
"Natural absence of menstruation (irregular, pregnancy, postpartum, menopause) reflects a wisdom to focus on inward and connect to your inner self. While man made absence of mentruation can lead disconnection from your authentic self"
Wallahu'alam.
| Ditulis pukul 23.05
Setelah menyelesaikan segala keriweuhan tulisan lainnya. Biidznillah


Komentar
Posting Komentar