Jam Tangan dan Cincin Pernikahan
Bismillahirrahmanirrahim
"Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali)." - Surah Al-Baqarah (2:155-156)
Tadi pagi saat suami mau berangkat kerja, dia buru-buru menghampiriku lalu bertanya dimana cincin dan jam tangannya. Aku berpikir sejenak, biasanya jam tangan dan cincinnya memang diletakkan diatas meja dekat dengan buku-buku dan laptop. Tapi kali ini tidak ada. Aku pun mulai sadar, mengingat kembali sepertinya memang kemarin suami juga tidak menggunakannya.
"Terakhir ayang letak dimana?" tanyaku mencoba membuatnya untuk mengingat.
Dia kelihatan bingung, "Ya disini, letak dimana lagi?" jawabnya pasrah.
"Kayanya gak di rumah deh. Mungkin tinggal di kantor?" tanyaku lagi.
Dia hanya diam, mengingat ulang dimana ia letak jam tangan dan cincinnya.
Kalau sedang berwudhu, suamiku sering sekali meletakkan jam tangan dan cincinnya di tempat ia wudhu (misal didekat keran masjid atau mushola), atau terkadang di letak dekat ia sholat, sehingga bisa saja lupa diambil ketika sudah selesai sholat.
"Iya, nanti aku cek deh di kantor," ucapnya, lalu pergi ke kantor.
Selang berapa menit, aku menghubungi suami melalui chat WA dan menanyakan apakah sudah ditemukan atau belum. Namun ia jawab dengan jawaban yang bikin aku jadi overthinking. "Aku baru ingat, kayanya kemarin aku letak di mushola mie gacoan!" balasnya.
Deg! pikiranku jadi bercabang. Karena akan ada dua kemungkinan : ditemukan atau hilang.
"Innalillahi, ya udah, ke mie gacoan aja dulu, tanya ke karyawannya disana. Bila perlu tanya ada cctv atau gak ya. Pastikan. InsyaAllah masih ada, semoga," jawabku berusaha tenang dengan diri sendiri.
Tidak lama, dia pun menuju lokasi tersebut. Setelah bertanya ke karyawan disana ternyata hasilnya nihil. Tidak ada. Mereka juga sempat bilang, biasanya kalau ada barang tertinggal pasti akan mereka simpan diberikan kepada kasir. Tapi sejauh ini gak ada jam tangan dan juga cincin.
Karena jam tangan suami adalah smartwatch, beliau pun baru teringat untuk mencari jam tangannya dengan fitur "find my device" melalui smartphone. Ketika digunakan qadarullah jam tangannya masih aktif dan tertera dimana posisinya. Alhamdulillah pikirku, saat suami mengabari posisi jam tangannya diketahui. Dia pun langsung menuju lokasi.
Sesampai disana, orangnya tidak ada di rumah. Yang ada adalah pembantunya, jadi suami balik ke rumah dan kembali lagi ke lokasi tempat jam tangan itu ba'da maghrib.
"Yang, tapi jam tangannya udah ga aktif ini," ucap suami khawatir.
"Bismillah, tetap kesana aja ya. Ikhtiar dulu, gimana nanti hasilnya kita serahkan ke Allah. Semoga masih rezeki," balasku berusaha tenang juga.
Suami pun berangkat selepas sholat maghrib.
Dan, Alhamdulillah 'ala kulli hal. Jam tangan dan cincinnya dikembalikan oleh orang yang menemukannya. MasyaAllah, Allah Maha Baik.Terima kasih juga untuk orang yang telah menemukannya, sudah mengembalikan dengan keadaan yang utuh dan masih bagus.
Aku jadi keinget, beberapa hari lalu juga kunci motorku baru saja hilang. Sempat termenung tadi siang, "Apakah kami kurang bersedekah?", "Kenapa ya ujian Allah dua kali bentuk yang sama, yaitu kehilangan barang?", dan segala asumsi lainnya yang berlari-lari dipikiranku.
Syukurnya, aku tetap mengondisikan emosi agar tidak terbawa sembari menemani anak. Aku takut juga karena barang hilang malah anak jadi sarana meluapkan emosi. Namun lagi-lagi, biidznillah aku berusaha untuk tenang dan bersabar dengan menerima apa pun ketetapan-Nya.
"Jika ini adalah rezeki yang Allah tetapkan untukku, jadikan aku hamba-Mu yang pandai bersyukur. Dan jika ini bukan untukku, lapangkan hati ini untuk menerima takdir-Mu dengan ikhlas dan penuh keyakinan bahwa Engkau Maha Mengetahui apa yang terbaik," perkataan hati udah begini aja terus dari tadi pagi wkwk
Dari kejadian ini juga menjadi reminder bagi kami agar selalu aware kapan pun dan dimana pun terhadap apa pun.
"Katakanlah (Muhammad), 'Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami.' Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang beriman bertawakkal."
Semoga bisa menjadi hikmah untuk kita semua ya, allahumma aamiin.
| Ditulis Ba'da Isya: Medan, 20 November 2024
Setelah mendapat kabar dari suami ketika jam tangan dan cincin ditemukan.
Komentar
Posting Komentar