Jangan Lupa dengan Diri Sendiri

Sebelum menikah, aku dan suamiku bersinggungan di salah satu komunitas yang sama. Bahkan kami menjadi pengurus harian di komunitas tersebut. Aku sebagai bendahara umum dan dirinya adalah koordinator regional. 

Sampai saat ini aku masih ingat. Aku si anak kecil ini, sok-sok an menasihati koordinator agar jangan terlalu memikirkan orang lain; termasuk perasaan orang tersebut dan kehidupan pribadinya sampai lupa dengan diri sendiri. 

Mungkin beberapa yang membaca tulisan ini tahu bagaimana 'sangat totalitas' nya suamiku. Dia bahkan bisa mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri. Bahkan dia bisa tidak memikirkan kondisi fisiknya dengan tujuan menjadi orang yang bermanfaat. 

Ntah mengapa, mungkin karena seringnya pengurus harian berkoordinasi, aku jadi memperhatikan hal itu pada dirinya. Sehingga dengan mudahnya aku pernah bilang langsung kepadanya untuk memperhatikan diri sendiri, baru perhatikan orang lain. Fokus ke diri dulu, jangan selalu mementingkan orang lain. Menjadi orang yang bermanfaat adalah keinginan setiap orang, tapi untuk melakukannya bukan dengan selalu menduluankan orang lain daripada diri sendiri yang sebenernya juga sedang memerlukan bantuan. 

Dengan memberanikan diri aku menyampaikan itu, syukurnya dia menerima apa yang aku sampaikan. 

Hingga pada akhirnya, ternyata dia menjadi suamiku, menjadi teman hidup.

Maka mulai saat itu, aku selalu berusaha untuk mengingatkannya untuk menjadi orang yang menyenangkan orang lain bukan dengan mengorbankan keseluruhan diri kita, namun juga harus memperhatikan diri kita dahulu. 

Perhatikan mana yang harus diprioritaskan sebelum bertindak.

Dari cerita ini aku ga bisa mengatakan bahwa suamiku seutuhnya seorang people pleaser, karena dia tidak seutuhnya begitu. Lebih tepatnya, dia adalah orang yang suka menolong tanpa pamrih, suka menolong dengan tujuan agar yang membutuhkan bantuan terselamatkan tetapi tidak terpikir dampak bagaimana ke dirinya sendiri. Ya kira-kira begitulah haha. Alhamdulillah sekarang kami mulai mengontrol itu. 


#TautanNarablog7

#PeoplePleaser


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home