Tentang Nala #6 [END]
Pukul 15.30 WIB
Nala mulai merapikan buku-buku yang ia baca. Tujuan selanjutnya adalah masjid kampus untuk sholat Ashar, kemudian pulang ke rumah.
Saat sedang mengembalikan buku ke rak di perpustakaan, ada seseorang yang memanggil nama Nala berulang kali. Suaranya setengah berbisik agar tidak mengganggu pengunjung perpus.
"Nala..Nala..."
Nala menoleh ke sumber suara. Ternyata yang memanggilnya adalah Habib.
Habib melambaikan tangannya ke arah Nala dan bergegas menghampirinya. "Ternyata kamu ke perpus, kebetulan banget ketemu. Setelah ini mau kemana nal?" Tanya Habib memulai obrolan.
"Mau ke masjid untuk sholat." Jawab Nala datar tanpa menoleh ke Habib.
"Ohh yaudah ayuk jalan kesana bareng." balas Habib menawarkan diri.
Nala melangkah ke arah luar perpustakaan, tidak menghiraukan ajakan Habib. Sesampainya didepan pintu keluar, dengan memberanikan diri Nala berkata ke Habib, "Aku jalan ke mesjid sendiri aja ya. Gausah barengan, nanti timbul gosip aneh-aneh di kampus."
Habib mengangguk pasrah. Tapi Habib masih merasa ada hal yang mengganjal, ia langsung berjalan cepat menghampiri Nala. "Nala, maaf kalau buat kamu kurang nyaman ya. Aku tahu kamu kaya gini karena dikelas ada rumor bahwa kita berpacaran. Aku udah bilang kok kita gaada hubungan apa-apa, dan aku juga bilang kalo kamu sebenarnya orang yang humble dan ga pilih teman asalkan bisa nyambung diajak ngobrol orang." Ucap Habib.
Melihat Nala yang mendengarkan perkataannya, Habib melanjutkan lagi, "Aku harap jangan gara-gara gosip itu kita malah gak berteman ya, Nal."
Nala melihat wajah penyesalan dari mimik Habib, ia jadi merasa bersalah juga. "Aku bukan nyalahin kamu kok, bib. Aku juga bukan gak mau temenan lagi sama kamu, cuma kayanya saat ini lebih baik kita jangan sering interaksi juga. Secukupnya saja ya." Balas Nala dan berjalan cepat meninggalkan Habib.
"Tapi Nal.. aku mau ngomong jujur ke kamu!" Teriak Habib ketika Nala mulai jalan menjauhinya.
Nala menghentikan langkahnya. Berbalik badan melihat Habib dengan jarak 2 meter kurang lebih.
"Aku kagum Nal sama kamu. Aku suka sama kamu. Kamu mau ga...."
Ucapan Habib terpotong disanggah Nala.
"Bib, aku ga mau. Aku gamau ke hubungan yang tidak baik." Balas Nala seakan paham apa kelanjutan perkataan Habib.
Habib menunduk. Seakan dunia ini menjadi terasa sepi bagi Habib.
_________
Setelah kejadian itu, Nala dan Habib sempat saling canggung di kelas. Namun perlahan kecanggungan itu hilang, dan mereka pun kembali seperti sebelumnya. Yap, mengobrol jika ada kebutuhan.
End.
Komentar
Posting Komentar