Tentang Nala #3
"Harusnya aku bilang di via chat aja sih, gausah harus sampe ngajak ngobrol langsung gini hehe" Ucap Habib sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Habib dan Nala bertemu di koridor kampus. Tentu saja ditemani oleh Rara dan Iza juga. Awalnya Rara tidak mau, dia lebih memilih segera ke kantin untuk mabar game online dengan para teman laki-lakinya. Setelah bujukan Iza, akhirnya dia mau juga. "Yaudahlah, demi kawan" ucap Rara meng-iyakan ajakan itu.
Habib mulai berbicara lagi. "Jadi gini Nal, pekan lalu pas mata kuliah pak Herman aku ga hadir. Terus ternyata kan kalian udah pada ngerjain tugas kelompok tuh untuk senin nanti. Tadi aku tanya ke pak Herman, dan beliau mengizinkan aku untuk ikut ngerjain tugas kelompok." Habib menjelaskan dengan panjang lebar.
"Oh iya, terus?" jawab Nala.
"Terus pak herman nyaranin aku untuk gabung ke kelompok kamu. Katanya biar aku lebih paham materinya, jadi biar dijelasin sama Nala aja. Katanya juga kelompok kamu masih kurang 1 orang kan?" Balas Habib lagi untuk memperjelas pernyataan sebelumnya.
Nala menghela nafas. Ntah sudah terpikir ke hal apa tadinya, namun ternyata habib menghubunginya tiba-tiba ingin membicarakan sesuatu hanyalah untuk 'menyatakan ingin gabung kelompoknya'.
"Yasudah, mulai besok kami mau buat bahannya. Nanti kabarin Angga aja untuk masuk grup kelompok kami, biar besok langsung ikut belajar bareng." Ucap Nala sebagai penutup obrolan mereka siang itu.
Nala pun kembali ke perpus, melakukan aktivitas seperti biasa yaitu membaca buku sebelum kembali ke rumah.
Perpus di kampus memang terasa nyaman, sejuk, dan menjadi opsi utama bagi Nala untuk rehat setelah masuk kelas.
______________
Bersambung...
#TautanNarablog7
#Cerbung
Komentar
Posting Komentar