Pernah Patah Hati

Udah hari ke-23 ikut tautan narablog. Kali ini temanya adalah tentang patah hati seorang pembelajar.

Dengan tema ini jujurly saya bingung mau menulis apa. Apalagi kalau tentang "Patah hati".

Aku akan coba mendefinisikan patah hati dari pandanganku. Menurutku perasaan patah hati itu akan muncul ketika yang terjadi tidak sesuai harapan kita, lalu kita sedih, galau, bahkan sulit untuk mengikhlaskan hal tersebut.

Aku pernah pada posisi patah hati karena gagal snmptn, sbpmtn, kedinasan, bahkan mandiri untuk bisa ke universitas impianku.

Aku pernah juga patah hati karena mendapatkan nilai yang lebih rendah dari teman-teman satu kelas ku di salah satu mata kuliah, padahal aku menjadi asisten dosen mata kuliah tersebut (asisten disini seperti membantu dosen tersebut dalam hal komunikasi, tugas-tugas, bahan ajar ketika beliau masuk ke kelas kami)

Aku pernah patah hati juga saat wisuda, ternyata di angkatan ku hanya ada 2 orang yang telah menyelesaikan D3 ini. Aku dan salah satu kakak-an di kelas berbeda. Wisuda ku terus sepi, karena tidak ada teman-teman seperjuangan yang wisuda juga. Apakah aku terlalu cepat menyelesaikan perkuliahan? Ah sudahlah.

dan hal-hal patah hati lainnya yang pernah aku alami. 

Sejauh ini, waktu yang telah membawaku pada keikhlasan.

Meskipun awalnya sulit, tapi waktu membawaku menjalani hal-hal baru, mendapat kesempatan baru, dan mengikhlaskan penyebab patah hati itu. Biarkanlah kisah patah hati itu menjadi pengalaman atau cerita perjalanan dalam hidup. Menjadi tinta warna-warni yang telah mewarnai kehidupan.

Sampai saat ini, pasti rasa patah hati itu ada.

Solusinya adalah mengikhlaskan..


Medan, 28 Mei 2024

#Tautannarablog7


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home