Cerita Buku : Saatnya Ayah Mengasuh

 Cerita Buku : Saatnya Ayah Mengasuh–by @yolandamrp

Buku Saatnya Ayah Mengasuh

Judul                           : Saatnya Ayah Mengasuh

Penulis                        : Ulum A Saif

Penerbit                       : Strong From Home Publishing

Tahun terbit                 : Desember 2018

Jumlah Halaman         : 206 Halaman

Saatnya Ayah Mengasuh adalah buku dari seorang inisiator Gerakan Ayah Mengasuh, yakni Ulum A Saif. Buku ini memberikan pandangan bahwa yang mengasuh anak bukan lah tugas seorang ibu saja, tetapi seorang ayah juga berperan penting dalam mengasuh anak agar tidak terjadinya fatherless.

Beliau selalu menghighlight kalimat, “Jangan sampai anak anda menjadi yatim, padahal anda masih hidup semasa dengannya.”

Indonesia : Fatherless Country ketiga di dunia. Hal ini dituliskan oleh penulis hasil dari statement Ibu Menteri Sosial dan Yayasan yang bergerak di bidang pengasuhan juga keluarga, beliau mengatakan, “Negeri tanpa Ayah, bukan berarti ayahnya tiada. Ayahnya ada, tapi peran pengasuhannya yang tidak ada.” Indikasi sebuah negeri disebut sebagai fatherless adalah jumlah waktu yang digunakan oleh seorang Ayah untuk berkomunikasi dengan anaknya sangatlah sedikit.

Dalam buku ini juga membahas bagaimana jika tidak ada sosok Ayah dalam keluarga. Anak akan tidak memiliki role model di keluarga, mereka akan kehilangan sosok yang seharusnya menjadi teladan seperti adab dalam bergaul, bersikap baik, membedakan mana yang baik dan buruk, dan sebagainya. Sehingga anak akan mencari sosok role model yang sembarangan diluar.

Belum lagi, buku ini juga mengatakan bahwa salah satu faktor menyimpangnya fitrah seorang anak itu dikarenakan hilangnya sosok Ayah. Terdapat sebuah hadist yang berbunyi, “Tidak ada satu pun bayi yang terlahir kecuali dalam keadaan fitrah, maka dua orangtua nya lah yang menyebabkannya menjadi (berkarakter seperti) Yahudi, Nasrani atau Majusi.” Nah dalam hadist ini, jika dirujuk pada Bahasa arabnya mengguanakan kata “Fa abawaahu”. Pada Bahasa Indonesia, Abawahu itu sejatinya adalah berasal dari kata “Abaa” yang artinya Ayah.

Penjelasan fitrah anak apa saja yang harus dijaga oleh Ayah, bagaimana prinsip belajar menjadi Ayah, pendidikan rumah yang baik diterapkan oleh ibu dan ayah, misi dari keluarga, dan berbagai kisah-kisah hubungan anak dengan ayahnya dibahas dalam buku ini dengan ciamik.

Buku ini akan menyadarkan diri untuk dapat meluruskan niat dalam mengasuh dan mendidik anak, tentunya dengan cara jalan yang Allah ridhoi. Untuk laki-laki yang akan menjadi ayah atau yang sudah menjadi ayah pun, sangat direkomendasikan untuk membaca buku karya Kang Ulu mini.

Teman-teman dapat membeli bukunya di link bio instagramnya @sekolahrumahtangga ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home