Become a Mother

 

Bismillahirrahmanirrahim

Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa sekarang sudah awal bulan Juli. Begitu juga kehamilanku yang sudah masuk 37 minggu ini, masyaAllah sebentar lagi akan lahir penerus peradaban dari rahimku.

Meskipun waktu yang terasa cepat, namun sesungguhnya perjalanan mengandung ini cukup membuatku merasakan kekhawatiran. Seiring dengan perasaan takut menjadi seorang calon orang tua (ibu), memikirkan nutrisi untuk janin, tetap berusaha hidup sehat ditengah ada rasa malas yang seringkali muncul, dan segala hal yang aku hadapi lainnya. Apalagi di masa trimester pertama yang membuat berat badanku berkurang, nafsu makan yang hilang membuatku cemas dengan kondisi kandungan.

Bahkan sampai pada hari ini, aku merasa bersalah dengan diriku sendiri dan juga kandungan.

Nak, maafkan ibu ya. Belum maksimal dalam merawatmu dan mendidikmu dalam kandungan.

Maafkan ibumu ini, yang merasa sibuk dengan aktivitasnya sehingga waktunya denganmu selama dalam kandungan tidak maksimal.

Kurang lebih sisa waktu beberapa minggu lagi sebelum kamu dilahirkan, semoga ibu bisa memberikan perawatan terbaik, menghabiskan waktu lebih sering lagi denganmu selama dalam kandungan, dan ikhtiar lainnya.

Tapi nak, sesungguhnya ibu juga berikhtiar semampu ibu. Berusaha mengonsumsi nutrisi terbaik, jalan pagi, olahraga dengan ikut kelas senam persalinan, mengikuti kelas-kelas untuk mendidikmu dalam kandungan dan menuju persalinan, namun masih ada rasa bersalah dan keresahan ibu yang masih aktif dengan agenda-agenda lainnya.

Terkadang terlintas dalam pikiran, bagaimana nanti rasanya paska melahirkan?

Pastinya tidak ada tendangan lagi dalam perut. Bahkan selama hamil ini, Allah berikan kesempatan untuk dapat beribadah tanpa adanya masa halangan. Sehingga selama 40 minggu kurang lebih ibadah seorang ibu hamil akan berjalan dan masa ini akan selesai ketika aku nantinya sudah melahirkan. Akan kembali sebagaimana siklus fitrah seorang perempuan seharusnya.

Tulisan ini menjadi pengingat bagiku, bahwa mengandung itu adalah istimewa. Mengandung adalah privilege dari Sang Pemberi Rezeki, mengandung membuatku mengerti bagaimana perjuangan ibuku, dan melahirkan merupakan ibadah yang pahalanya sama dengan pahala pejuang di jalan Allah (jihad).

Mohon do’anya, semoga Allah lancarkan dan mampukan hamba-Nya.


| Medan, 01 Juli 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home