Kebaikan yang diteruskan

Kalau membahas kebaikan, sangat banyak perbuatan baik yang bisa kita lakukan.

Kebaikan yang bagaimana? Setiap kebaikan-kebaikan dalam hidup yang telah Rasulullah lakukan dapat kita jadikan perilaku teladan. Banyak sekali mulai dari hal kecil yang mungkin kita anggap remeh hingga hal besar yang membuat kita belum tersadar untuk melakukannya.

Sekecil seperti makan menggunakan tangan kanan, tidak minum berdiri, membaca do’a setiap sebelum melakukan aktivitas, tidak memakan yang haram, dan hal kecil lainnya yang tentu sudah seharusnya menjadi kebiasaan baik yang harus diteruskan oleh kita.



Selain itu, ada beberapa hal yang juga aku highlight dalam kehidupanku agar dilakukan terus-menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan baik yang diharuskan.

1. Pertama, jika tidak tahu bertanya bukan jadi si sok tahu.

Karena sejatinya kita manusia adalah makhluk tidak sempurna, masih banyak kurangnya. Jadi kalau tidak mengetahui sesuatu jangan jadi si paling sok tahu, melainkan bertanya atau cari tahu dulu informasi mengenai hal tersebut.

2. Kedua, jangan menjadi orang baik setelah kebaikan itu datang, tetapi jadilah baik dengan niat karena Allah SWT

Mungkin banyak dari kita (bisa jadi aku sendiri) yang kalau berbuat kebaikan itu tunggu ada manfaatnya, atau berharap akan ada balasan kebaikan setelahnya. Aku tidak menafikkan bahwa ini salah. Tapi kalau kita terus-terusan mengharapkan balasan kebaikan dikhawatirkan nanti kita akan tidak mau berbuat baik lagi jika tidak mendapatkan perilaku timbal balik tersebut.

3. Ketiga, luangkan waktu untuk Al-Qur’an bukan menghadirkan Al-Qur’an ketika luang.

Aku menerapkan hal ini dalam diri bahwa yang butuh Al-Qur’an itu kita, bukan A-Qur’an yang membutuhkan kita. Maka, beri waktu untuk membaca, belajar, atau tadabbur qur’an bukan membacanya ketika disela-sela waktu ketika sedang luang saja. Percayalah, sebenarnya bukan kitanya yang tidak sempat, melainkan tergantung kita mana yang harus diprioritaskan.

4. Keempat. Senyum, tegur, sapa

Walaupun banyak yang bilang wajahku terlihat datar, tidak ramah wkwk, tapi aku tetap mengusahakan untuk dapat senyum, menegur, atau sekadar menyapa orang yang aku temui. Jadi keinget hadist, “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Salah satu bentuk cinta adalah menyebarkan salam antara sesama Muslim.” [HR Muslim]

Kebaikan memang harus diteruskan, karena hal-hal yang baik dapat menjadi sebuah contoh yang baik pula untuk lainnya. Selain menjadi sebuah contoh yang baik terhadap sesama, kebiasaan baik juga sudah diturunkan oleh Nabi kita, jadi memang sudah seharusnya kita jadikan teladan terhadap perilaku kita sebagai seorang muslim.

Apalagi kalau dapat pahala, emang nggak mau dapat pahala?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home