Perjalanan Lahirnya Buku Perempuan Pengukir Peradaban

 “Perempuannya rusak, rusaklah peradabannya. Sebab akan lahir penerus peradaban dari rahimnya seorang ibu.”

Hlm. 210, Perempuan Pengukir Peradaban

Alhamdulillah, biidznillah, buku kedua yang kutulis akhirnya terbit.

Perempuan Pengukir Peradaban. Perjalanan buku ini sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2024. Saat itu, aku sudah tidak bekerja dan sedang fokus menanti gelombang cinta—anak pertama kami—lahir ke dunia.

Di tengah masa menunggu itu, aku mulai menuangkan keresahan dan pemikiran yang selama ini ada di kepala menjadi sebuah naskah. Hingga akhirnya, naskah tersebut rampung pada Desember 2024, ketika anak pertamaku berusia sekitar lima bulan.

Setelah naskah selesai, perjalanan berikutnya dimulai, yakni mencari penerbit.

Aku mencoba mengirimkan naskah ini ke beberapa penerbit mayor. Ada yang memberikan kabar, tetapi ada pula yang tidak memberikan kabar sama sekali meskipun sudah menunggu hingga enam bulan.

Qadarullah, naskah ini belum menemukan jalannya melalui penerbit mayor. Namun, di sela-sela menunggu kabar tersebut, Allah justru memberikan jalan lain.

Alhamdulillah, pada November 2025, buku pertamaku akhirnya terbit. Buku tersebut kutulis bersama salah satu partner dalam komunitas kajian, Kak Indri. Buku itu membahas bagaimana seorang muslimah dapat menjadi sosok yang berdampak dan terus berkarya sesuai dengan koridor Islam sebagai seorang muslimah.

Sementara itu, naskah Perempuan Pengukir Peradaban masih tersimpan dan terus menunggu waktunya.

Hingga akhirnya, tepat pada Juni 2026, aku memutuskan untuk memilih penerbit indie untuk menerbitkan naskah ini.

Setelah mempertimbangkan beberapa penerbit indie, aku pun mantap memilih Penerbit Faith Books sebagai tempat untuk melahirkan buku keduaku.

Dan akhirnya, lahirlah Perempuan Pengukir Peradaban.

Sebuah buku yang kutulis berawal dari keresahanku terhadap berbagai fenomena yang terjadi pada muslimah masa kini.

Tanpa disadari, sebagian perempuan semakin jauh dari fitrahnya. Gaya hidup modern perlahan memengaruhi pola pikir, cara hidup, bahkan cara memandang peran perempuan. Dalam kondisi tertentu, batas antara yang halal dan haram pun mulai diabaikan.

Dari keresahan itulah buku ini lahir.

Buku ini adalah sebuah ajakan untuk kembali melihat perempuan melalui perspektif Islam. Tentang bagaimana mengenali fitrah perempuan, menjalani proses menjadi muslimah yang lebih taat, mempersiapkan diri menuju pernikahan, hingga memahami peran sebagai seorang ibu yang kelak menjadi tempat lahirnya generasi penerus peradaban.

Aku menulis buku ini bukan karena merasa telah selesai dalam proses tersebut. Justru, aku pun masih terus belajar dan bertumbuh dalam perjalanan menjadi seorang muslimah, seorang istri, dan seorang ibu.

Karena itu, aku berharap Perempuan Pengukir Peradaban tidak hanya menjadi sebuah buku yang selesai ditulis, tetapi juga menjadi teman perjalanan bagi para perempuan yang sedang berproses untuk menjadi lebih baik.

Semoga buku ini semakin luas manfaatnya, dapat dibaca oleh para muslimah di mana pun berada, dan menjadi wasilah kebaikan bagi penulis maupun pembacanya. Allahumma aamiin 🌷

Buku karya Yolanda Anjani
Buku Perempuan Pengukir Peradaban

Perempuan Pengukir Peradaban kini sudah bisa dipesan melalui toko online. ✨🌻

Event Launching Buku


Palembang, 13 September 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Hai Bu, Tidak Semua Perjalanan yang Sama

Mengapa Mengajak Bayi Bicara Itu Penting?