Perjalanan Lahirnya Buku Perempuan Pengukir Peradaban
“Perempuannya rusak, rusaklah peradabannya. Sebab akan lahir penerus peradaban dari rahimnya seorang ibu. ” Hlm. 210, Perempuan Pengukir Peradaban Alhamdulillah, biidznillah, buku kedua yang kutulis akhirnya terbit. Perempuan Pengukir Peradaban. Perjalanan buku ini sebenarnya sudah dimulai sejak Juni 2024. Saat itu, aku sudah tidak bekerja dan sedang fokus menanti gelombang cinta—anak pertama kami—lahir ke dunia. Di tengah masa menunggu itu, aku mulai menuangkan keresahan dan pemikiran yang selama ini ada di kepala menjadi sebuah naskah. Hingga akhirnya, naskah tersebut rampung pada Desember 2024, ketika anak pertamaku berusia sekitar lima bulan. Setelah naskah selesai, perjalanan berikutnya dimulai, yakni mencari penerbit. Aku mencoba mengirimkan naskah ini ke beberapa penerbit mayor. Ada yang memberikan kabar, tetapi ada pula yang tidak memberikan kabar sama sekali meskipun sudah menunggu hingga enam bulan. Qadarullah, naskah ini belum menemukan jalannya melalui penerbit mayor....