Cerita Kehamilan

Yolanda Anjani

“Karena sejatinya mempersiapkan kehamilan merupakan salah satu cara mempersiapkan sang penerus keshalihan.” – Iiv Hayyu Chayaya (Buku Kehamilan Syar’i)

Mengandung merupakan sebuah rezeki dari Allah Ar-Razzaq. Sebuah karunia besar dari Allah diberikan kesempatan untuk mengandung, melahirkan, hingga nantinya menyapih dua tahun penuh dan memiliki peran sebagai orang tua untuk mendidik anak menjadi generasi terbaik nantinya. MasyaAllah.

Aku yang awalnya tidak tahu akan hamil, cukup awkward dengan keadaan dan bingung harus apa. Setelah kurang lebih 2 bulanan menikah, alhamdulillah Allah titipkan amanah baru untuk kami.

Disclaimer dulu, aku sebenarnya belum banyak mempelajari ilmu tentang kehamilan, menyusui, parenting, dan lainnya. Sebelum menikah aku memang lebih sering mempelajari ilmu pernikahan dan ilmu-ilmu syar’i lainnya yang tidak berhubungan dengan kehamilan.

Untuk teman-teman disini, aku sarankan sebelum menikah lebih baik sudah mempelajari tentang kehamilan juga ya. Tapi juga aku belum merasa terlambat, karena saat hamil kemarin pun aku nyambi belajar juga hehe. Namun alangkah lebih baiknya jika sudah dipersiapkan dari awal, sehingga teman-teman tidak shock dan bingung harus apa ketika mengetahui awal kehamilan

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Bukhari dan Muslim)

Biidznillah, aku mengikuti beberapa kelas kehamilan. Salah satunya adalah kelas kehamilan syar’i dari Sequmil (Sekolah Qur’an Ibu Hamil). Kelasnya disusun dengan sangat rapi dan terorganisir

  • Ada materi yang sudah dijadwalkan
  • Kelompok halaqoh al-qur’an untuk menyetor hafalan
  • Kelas Tahsin Al-Fatihah
  • Laporan tilawah setiap harinya yang telah ditargetkan.
  • Informasi tentang pendidikan anak dalam kandungan melalui audio
  • Tugas praktek
  • Evaluasi materi
  • Ada juga care provider, tempat kitab konsultasi mengenai kehamilan kita kepada bidan-bidan sequmil Kemudian aku juga dapat bonus kelas, yakni kelas persalinan dan juga kelas senam hamil (senam maryam). Ditambah juga ada modul kelas sekolah qur’an ibu hamil. Didalamnya terdapat panduan harian ibu hamil seperti; rencana mutaba’ah yaumiyah, rencana kegiatan jasadiyah, rencana nutrisi sunnah yang dikonsumsi, serta rencana pendidikan janin dalam kandungan sesuai al-qur’an dan sunnah. Dari kelas ini aku baru menyadari bahwa ternyata sejak dalam kandungan kita sudah bisa mendidik anak ya. Dalam sebuah jurnal aku baca, proses pendidikan yang dilakukan pada masa anak dalam kandungan bukan secara langsung untuk si janin dalam kandungan. Akan tetapi perilaku-perilaku yang diamalkan oleh kedua orang tua nya yang memberi pengaruh bagi janin dalam kandungan. "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR Bukhari dan Muslim) Tarbiyah Islamiyah adalah pendidikan yang syamilah dan mutawazinah (menyeluruh dan seimbang). Menyeluruh artinya semua hal dididik. Hal-hal yang akan melahirkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Keseimbangan orang yang shalih meliputi; ruhiyah, akal, dan fisik. Semuanya sesuai dengan porsi masing-masing.

Ditulis ketika Aqsha sedang tidur sehabis berjemur pagi dengan ummanya.

| Medan, 12 Agustus 2024


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudahkah Sahur Kita Memberi Makan Jiwa?

Kesabarannya Begitu Luas

Tahaadu Tahaabbu

Home Sweet Home